Pewarta : Ok
Koran SINAR PAGI, Kab. Tulungagung,- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungaung bersama Yayasan Surya Majapahit Timur, Menggelar Acara Sarasehan di MWC NU Boyolangu, yang bertemakan Revitalisasi Sejarah Tulungagung Sebagai Kendali Perkembangan Peradaban Tulungagung (2/12) yang dihadiri H. Ahmad Baharudin, SM. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Perwakilan DISBUDPAR, Perwakilan Lintas Lembaga Pendidikan SMA, SMK, Mahasiswa dan dua Narasumber Endin Didik Handoko, Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum.
Iwan Iswanto Ketua Yayasan Surya Majapahit mengatakan
“Tujuan terpenting acara ini adalah Manusia harus mempunyai rasa berbudi luhur, tidak membeda-bedakan Suku, Ras, Adat, Golongan dan Agama. Mari kita ciptakan bersama kedamaian, kerukunan, keguyuban demi umat bangsa dan negara” Ucapnya
“Begitupun tujuannya lainnya adalah menunjukkan agar budaya atau sejarah Tulungagung tidak terlupakan dan hilang, menjadikan generasi milenial dapat berfikir kritis dalam menghadapi ke majuan zaman dan juga ketika terdapat permasalahan yang terjadi kepada bangsa dan negara dapat turut berperan dalam menyelesaikan masalah, sebagai sarana pembelajaran sejarah masa lampau, menghidupkan semangat nasionalisme, memperkuat identitas daerah atau bangsa, menjadikan sejarah untuk daya tarik wisata bagi turis lokal ataupun turis internasional, menjadikan sumber pemasukan masyarakat atau pemerintah” Sambungnya.
“Bahwa generasi milenial sangat minim akan pengetahuan sejarah yang seakan-akan edukasi tentang sejarah sudah mulai berkurang diranah pendidikan apalagi membicarakan sopan santun seperti magnet yang seling bertemu kutub jadinya tidak saling melekat. Mengingat pentingnya merawat kualitas pemuda agar lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar dalam perubahan sosial. Pemuda akan lebih bersifat kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi atau suasana di sekitarnya mengalami kerumitan, terdapat banyak masalah yang di hadapi yang tidak kunjung terselesaikan. Di satu sisi, ketika suasana di sekitarnya terlihat aman dan tentram tidak ada masalah serius yang dihadapi, pemuda akan cenderung diam atau pasif, tidak banyak berbuat, lebih apatis dan mempertahankan kenyamanan yang dirasakan. Padahal baik dalam kondisi banyak permasalahan atau untuk bangsa yang lebih baik. Harapannya menghidupkan lagi atau mengangkat warisan leluhur yaitu ke arifan lokal berupa seni dan budaya, pariwisata, kuliner tradisional dan tata kelola UMKM menjadi lebih maju. Peran generasi muda milenial sekarang bisa menghidupkan lagi adat ketimuranya yaitu sopan santun, toto kromo. Tidak luput juga pemuda harus tau sejarah Tulungagung dan ikon-ikon nya ke kancah nasional dan internasional. Berupa marmer, Wajak kensis salah satu manusia tertua di dunia degan tipe paling cerdas di dunia. Perlu kita ketahui Gayatri yang seorang Ratu Majapahit mencetuskan Bhineka Tunggal Ika yang sekarang menjadi Lambang Negara Indonesia” Tambahnya.
Perwakilan dari Kepala Sekolah Masrur Hanafi dari Lembaga Pendidikan SMKN 1 Rejotangan Kabupaten Tulungagung sangat mengapresiasi adanya acara sarasehan yang telah digelar. Kedepan acara semacam ini harus diadakan kembali amat sangat bagus karena tutur etika dan budaya harus selalu ditanamkan kepada penerus bangsa agar tidak meninggalkan sejarah, karena sejarah merupakan ilmu yang sangat penting dengan kaitannya mengenai perkembangan manusia, budaya, serta teknologi maju yang sudah dapat kita nikmati seperti saat ini.













