OPINI/Artikel

Lupa Ambil BPKB

adminsigiku.com
×

Lupa Ambil BPKB

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Hidup itu terkait pikiran, hati dan bawah sadar. Pastikan dalam pikiran, hati dan bawah sadar bahwa hidup kita akan berlimpah rezeki. Yakini seyakin yakinnya dengan ikhtiar penuh semangat.

Hidup terkait hukum pantul. Ada hukum LOA (Low of Attraction). Apa yang kita pikirkan, yakini akan menimpa diri, positif atau pun negatif. Maka hati hati kalau kita berpikir dan meyakini segala sesuatu.

Ada sejumlah orang percaya apa yang kita alami hari ini, saat ini adalah buah dari apa yang kita yakini dan pikirkan sebelumnya. Ibarat printer, hanya akan mencetak kalimat yang diketik dan gambar yang dipilih.

Bila Bang Napi mengatakan, “Waspadalah”. Ini pun berlaku pada hukum pikiran dan keyakinan. Semakin dipikirkan dan diyakini segala sesuatu, plus ikhtiar maksimal, maka wujudnya akan kejadian. Waspadalah.

Kembali ke judul di atas. KH Syaiful Karim mengatakan saat Ia membeli mobil, Ia tidak berpikir cicilan. Ia berpikir positif dan biarkan Sang Mobil menyelesaikan dirinya sendiri.

Unik, Sang Kiyai memandikan mobilnya dengan kembang. Ia memberikan sugesti pada pikiran dan keyakinannya bahwa kendaraannya akan mudah dimilik dan terbayar dengan baik.

Faktanya apa yang terjadi. Faktanya beberapa tahun kemudian Ia di telephone agar BPKB kendaraan diambil. Tak terasa lunas, semesta mendukung, bahkan lupa sudah lunas.

Yakin, tidak ragu akan rezeki dengan pola ikhtiar yang pasti dan positif, mudah segala sesuatu terjadi. Allah saja “Tergantung Prasangka Hamba_Nya”.

Begitu pun kehidupan di semesta raya. Semesta raya akan menjawab apa yang ada dalam hati, pikiran dan ikhtiar kita. Jadikan semesta raya sebagai bestie.

Ibarat seorang Ibu Muda yang ngidam. Ia akan mendapatkan apa yang diminta karena Sang Suami akan mengabulkannya. Pasti! Setiap permintaan Sang Ibu Hamil akan dipenuhi suami, apalagi pengantin muda.

Judul Lupa Ambil BPKB kendaraan adalah simbolis, miniatur dari sebuah hati, pikiran dan keyakinan positif yang diinjeksikan positif ke dalam diri dan semesta.

Hasilnya ? Tidak merasa ada cicilan dan utang, malah tak terasa udah lunas. Lupa bahwa Sang Kiyai punya utang bulanan, cicil kendaraan. Dampaknya pihak dealer sangat percaya dan kembali dirayu rayu untuk mengambil mobil baru lagi.