OPINI/Artikel

Mengapa Kader PGRI Gagal Ke Senayan ?

adminsigiku.com
×

Mengapa Kader PGRI Gagal Ke Senayan ?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PB PGRI)

Lahir dan hidup Saya dominan di lingkungan guru dan PGRI. Sebelum Saya lahir, secara hakekat, Saya sudah angota PGRI. Mengapa? Karena saat di kandung, Saya berada dalam rahim seorang guru SD anggota PGRI.

Hal yang selalu menjadi fenomena berulang adalah gagalnya kader kader terbaik PGRI masuk senayan. Atau gagal masuk DPRD di daerah. Mengapa? Ini pertanyaan yang harus dicoba dijawab. Walau pun tidak semua gagal.

Ada beberapa variabel penyebab: PERTAMA tokoh PGRI yang berencana nyaleg atau ke senayan untuk menjadi senator belum menjadi tokoh yang populer. Hanya populer di dalam organisasi, auranya belum keluar.

Mengapa Komeng malah menjadi calon DPD RI dengan perolehan suara tertinggi? Karena Ia populer dan sudah menjadi tokoh yang sangat dikenali. Para ketua atau tokoh PGRI hanya terkenal di struktur organisasi, dalam kultur perbincangan masyarakat masih terasing.

KEDUA, tokoh PGRI belum memberikan banyak kontribusi terbaik pada masyarakat, lebih fokus pada guru anggota. Bahkan ada sejumlah oknum tokoh PGRI malah eksploitatif.

Lebih banyak memanfaatkan organisasi dan anggota, bukan memberi manfaat pada anggota. Bukan memberi (gratis) kalender malah jualan kalender. Padahal para caleg yang sukses, memberi bukan jualan kalender yang ada photonya.

KETIGA, para guru yang dianggap pendukung utama dan anggota organisasi malah merasa kecewa dengan pencalegan. Kok menjadi pengurus hanya ingin menjadi caleg? Walau pun tujuan pencalegan untuk perjuangan guru.

Fakta menunjukan dominan caleg lebih setia pada partainya bukan pada rakyat pemilihnya. Rakyat dan sejumlah pemilih cenderung kecewa pada para politisi yang lebih kuat dedikasi ke partai dan kepentingan pribadi dibanding rakyat pemilih.

Termasuk “kecurigaan” pada para tokoh PGRI yang nyaleg dianggap telah “mendua”. Spirit gurunya tidak lebih penting dari spirit nyaelgnya. Padahal Prof. Surya dahulu bisa masuk DPD RI dan sangat berjuang untuk nasib guru.

Tetap semangat para tokoh PGRI. Kata Prabowo “Sorry Ye”, jangan putus asa. Maju terus, gagal dan gagal adalah perjalanan. Bukankah Prabowo pun tiga kali gagal, akhirnya ungggul? Jangan menyerah maju terus.

Sebagai catatan akhir. Orang sukses adalah orang yang biasa memberi manfaat, bukan mencari manfaat dan eksploitatif di organisasi. Komeng terpilih jutaan karena Ia memberi hiburan pada ratusan juta penonton. Anda telah memberi apa ?