OPINI/Artikel

Mata Manusia Bertasbih

adminsigiku.com
×

Mata Manusia Bertasbih

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Dalam ilmu kesehatan ada beberapa alat vital dalam diri manusia. Diantara alat vital itu adalah mata. Mata adalah alat vital yang sangat memberi kekuatan pada manusia untuk menjalani kehidupan.

Begitu pentingnya mata sebagai penglihatan. Jangan sampai mata yang sangat vital dan strategis bagi kehidupan manusia berfungsi kurang optimal. Sejatinya mata berfungsi secara material dan spiritual.

Selain manusia pun binatang punya mata. Monyet misalkan. Ia punya mata dan memfungsikan matanya untuk hidup. Fungsional matanya secara material. Tentu saja monyet tidak punya spiritualitas dan kebatinan.

Hanya manusia yang punya spiritualitas. Manusia saat matanya secara material digunakan maka secara spiritual Ia pun memaknai keberadaan fungsional mata. Mata adalah pemberian Tuhan yang maha indah.

Manusia mengatakan, “Dari mata turun ke hati”. Manusia mengatakan “Gambar mewakili seribu kata kata”. Manusia mengatakan “Kebesaran Tuhan bisa dilihat dengan mata”.

Dari mata apa yang terlihat turun ke hati menyebut_Nya. Dari apa yang dilihat mata menjelaskan ribuan keagungan Tuhan. Betapa mata manusia bisa menjadi “tasbih” yang mendeteksi setiap pemandangan yang terlihat.

Tentu saja beda dengan monyet. Monyet menggunakan mata hanya sebatas fungsional mata, minus spiritual dan merefleksi keberadaan dan manfaat mata.

Bila ada manusia menggunakan mata hanya melihat tanpa makna spiritual, Ia mirip monyet. Apalagi bila ada pria, hanya melihat nafsu bila ada wanita cantik. Itu mata buaya, buaya darat paling berbahaya.

Seorang ulama mengatakan, “Kita punya mata, sama dengan monyet”. Selanjutnya Sang Ulama mengatakan jangan sampai antara manusia dan monyet hanya menggunakan mata secara material semata.

Manusia bermata monyet adalah manusia yang menggunakan mata hanya sebatas melihat apa yang ada. Mata manusia tidak demikian. Ia melihat yang ada, memaknai yang terlihat dan tersambung dengan kebesaran Tuhan yang maha melihat.

Melihat wanita/pria ganteng manusia berucap, “Ya Allah indahnya ciptaan Mu”. Atau melihat pemandangan yang indah, manusia berkata, “Ya Tuhan indahnya ciptaan_Mu, apalagi Engkau yang maha indah”.

Sudahkan mata kita menjadi dua mata tasbih yang memberi asupan spiritualitas pada kita? Atau malah digunakan untuk menggelorakan nafsu….. semata? Waspada mata monyet dan mata buaya.