Pewarta: Rizki Vicky EPSA
Koran Sinar pagi, BOGOR – Sebuah antusiasme yang membara terpancar dari puluhan siswa-siswi tingkat Menengah Pertama (SMP) yang turut serta dalam acara Saresehan, sebagai bagian dari rangkaian Kirab Mahkota Kemaharajaan Sunda.
Acara yang diadakan di Bogor bertepatan di auditorium perpustakaan kota Bogor berhasil menarik perhatian para pelajar, yang dengan semangat mengikuti berbagai diskusi dan presentasi tentang sejarah serta warisan budaya Sunda.

Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta terlibat dalam diskusi tentang arti pentingnya menjaga dan memahami warisan budaya lokal.
Para pembicara, termasuk Radya Anom Karaton Sumedang Larang Rd.Luky Djohari Soemawilaga , Dewan Karesian Karaton Sumedang Larang Rd.Endy Setiaji, Mantriluar Karaton Sumedang Larang Rd.Asep Sulaiman Fadhil, Kabid Perpustakaan Bogor Risna Widya Astuti, budayawan terkemuka,juga Tokoh Masyarakat memberikan wawasan yang berharga tentang peran generasi muda dalam melestarikan kekayaan budaya tradisional.
“Kami sangat senang melihat antusiasme para siswa-siswi dalam acara ini. Mereka adalah agen perubahan masa depan yang akan mewarisi dan memperjuangkan keberlanjutan budaya kita,” Ungkap Risna Wati , saat ditemui di Auditorium Perpustakaan Kota Bogor, Kepada Koransinarpagijuara.com, Jumat (19/04/24).
“Dan kami perwakilan dari kota Bogor khususnya berterimakasih sekali juga mengapresiasi atas adanya kirab mahkota ini , karena sejarah yang ada dan nyata dapat disaksikan langsung oleh beberapa perwakilan sekolah tingkat menengah pertama Kota Bogor.” Jelasnya
Lanjut, Risna menjelaskan, bahwa yang hadir pada acara saresehan tersebut target ia yaitu 60.000 peserta karena kapasitas auditorium yang mencakup hanya 80 kursi jadi hanya perwakilan dari setiap sekolah saja.
Di lanjut oleh Radya Anom Karaton Sumedang Larang , Rd.Luky Djohari Soemawilaga, ia sangat mengapresiasi para pelajar dari kota Bogor untuk dapat berbagi dan bertukar pikiran bagi yang sudah hadir di Auditorium Perpustakaan Kota Bogor.
“Hal ini merupakan Hal yang baik yang harus di pupuk bagaimana bicara sejarah dan budaya adalah sebuah peradaban , bicara tentang identitas jati diri kita sebagai bangsa yang besar ini bagus untik di pupuk terus bagi generasi muda agar kita akan mengenal mengetahui dan mencintai budaya lokal nusantara” Ungkap Radya Anom
Masih di lokasi , Rd.Luky , menilai bahwa budaya lokal nusantara dianggap sebagai pertahanan stabilitas nasional dan menganggap ini penting sehingga Bino Kasih dengan penuh pemaknaan nilai – nilai fisolofi dan ideologi dapat menerap bagi nusa dan bangsa.
Tidak hanya menjadi ajang diskusi, acara Saresehan juga dihiasi dengan pembahasan seni budaya lokal, seperti sejarah Mahkota Bino Kasih.

“Hal ini memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk lebih mendalam menyelami kekayaan seni dan budaya Sunda.” Tutur Rd.Luky
Rd.Luky Berharap, Acara Saresehan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah lokal di tengah arus modernisasi. Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan warisan budaya Sunda akan terus terjaga dan diapresiasi oleh masyarakat luas.******













