OPINI/Artikel

Kasus Bullying, Potret Buruk Pendidikan Kapitalisme

adminsigiku.com
×

Kasus Bullying, Potret Buruk Pendidikan Kapitalisme

Sebarkan artikel ini

Oleh : Yuni Irawati (Ibu Rumah Tangga)

Aksi video bullying atau perundungan terhadap anak di bawah umur di Bandung, viral di media sosial TikTok. Video viral itu dibagikan ulang melalui media sosial, salah satunya lewat akun X atau Twitter @basebdg, Sabtu (27/4/2024).

Beredarnya video tersebut, tampak pelaku meminta seorang anak laki-laki membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya. Karena tidak di turuti, pelaku melakukan perundungan dengan memukul kepala korban dengan botol kaca. Akibatnya, korban itu terluka lalu menangis. Humas Polrestabes mengungkapkan Bandung AKP Nurindah Murdiani, menerima laporan adanya tindak perundungan anak di bawah umur yang disiarkan melalui akun TikTok. Polrestabes Bandung melalui jajaran Jatanras (Direktorat Kejahatan dan Kekerasan)juga masih melakukan upaya penangkapan.

Kasus bullying makin marak terjadi dapat dilihat dari beberapa faktor internal maupun eksternal.

Anak zaman sekarang memang memiliki pribadi watak yang cenderung atuh tak acuh pada kehidupan orang lain sehingga rasa peka pada dirinya terkikis bahkan hilang. Dan bisa membuat seseorang tidak merasa bersalah ketika ada orang lain yang merasakan kesusahan karena dirinya atau faktor lain. Nyatanya apabila dilihat dari faktor masyarakat. Mungkin hanya akan terlihat masyarakat saat ini pun tidak cukup peduli terhadap lingkungannya.

Ini memang kondisinya membuat setiap orang sibuk terhadap dunianya. Dan tidak heran jika kita melihat begitu banyak kasus yang terjadi karena permusuhan atau perkelahian dengan tetangga sendiri. Hal ini menunjukkan jikalau masyarakat saat ini bungkam terhadap masalah orang lain. Sejatinya mereka cukup ketika merasa hidup mereka sudah aman. Itu mungkin tidak ada masalah. Masyarakatpun saat ini lebih tidak banyak berkomunikasi. Mungkin tetangga yang dinding rumahnya menempel pun tidak terlalu memperhatikan dan tidak peduli. Karena mungkin lingkungan yang tercipta saat ini, begitu memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Ini tidak terlepas dari bagaimana peran negara dalam menciptakan lingkungan yang baik.

Sekarang peran negarapun seharusnya menjadi sebab pokok dari setiap hal dalam masalah internal. Karena memang dengan tata kelola yang baik akan meminimalkan kasus yang terjadi. Kasus bullying ini, negara belum memberikan tanggapan yang sangat serius terkait bullying secara global. Bagaimana dari visi dan misi negara dalam mengatasi hal ini. Bukti nyata bahwa, asalnya negara bersikap lamban dalam mengatasi masalah. Hanya akan ada Peringatan dan hasungan yang diimbaukan. Hukuman pun tidak memberikan efek jera bagi pelaku. Saat ini jelas negara gagal dalam mengedukasi anak-anak dan masyarakat. Belum bisa menciptakan lingkungan baik yang tidak toxic.

Bagaimana solusinya? Permasalahan bullying ini solusinya adalah dengan menerapkan sistem yang mengurus masyarakat dan menjamin dalam setiap haknya.
Jelas memang gagal sistem kapitalisme yang ditetapkan sekarang ini. Sampai kapanpun tidak akan terselesaikan.

Satu-satunya sistem yang dapat mengatasi masalah ini adalah dengan sistem Islam. Karena sistem Islam yang memilki tata Kelola juga menjamin dalam mengurus rakyat. Semua hak akan dipenuhi segalanya. Sistem Islam tidak bisa disandingkan dengan sistem kapitalisme. Makanya dibutuhkan wadah untuk menerapkannya.
Tiada lain dan tidak bukan yaitu Daulah Islam ala minhaj nubuwwah.

Wallahu a’lam bishshawab.