Ragam

Radya Anom Karaton Sumedang Larang Sosialisasi SPBS dan Pengenalan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake

adminsigiku.com
×

Radya Anom Karaton Sumedang Larang Sosialisasi SPBS dan Pengenalan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake

Sebarkan artikel ini

Pewarta: vicky rizki

Koran Sinarpagi, SUMEDANG – Rd.Luky Djohari Soemawilaga,Radya Anom Karaton Sumedang Larang (KSL), telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan Sosialisasi Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) ke desa-desa lain di wilayah Sumedang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur dan manfaat SPBS. Kamis (20/06) Siang

Acara sosialisasi SPBS tersebut diawali dari Desa Padaasih, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. Yang di hadiri oleh Kepala Bidang Budaya Disparbudpora Sumedang, Anggotaa DPRD Sumedang Komisi 2 (Ai sebagai perwakilan) , Lembaga Adat Desa , Forkopimcam dan TNI / POLRI.

Dalam konferensi pers yang diadakan, Radya Anom menggarisbawahi pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang terencana dengan baik. “Kami berkomitmen untuk tidak hanya memberikan informasi tentang SPBS, tetapi juga untuk mendengarkan masukan dari masyarakat setempat agar implementasi ke depannya dapat lebih efektif dalam upaya pengenalan Mahkota Binokasih secara lebih dekat,” ujar Radya Anom.

Program sosialisasi ini akan melibatkan pertemuan dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat untuk menjelaskan SPBS dengan mengacu pada Mahkota Bino Kasih Sanghyang Pake.

“Pada prinsip simple nya kita sesuai moto Sumedang, Insun Medal Insun Madangan yang dimana artinya ‘Kuring lahir Kuring Nyaangan’. Karena melihat velue Mahkota ini bagi saya bukan hanya sebatas Mahkota melainkan mengandung filosofi dan makna yang mendalam” tuturnya

Radya Anom tidak hanya berhenti di Desa Pada Asih, Kecamatan Conggeang , Kabupaten Sumedang. Rencananya, kegiatan sosialisasi akan menjadi program berkelanjutan.

“Kita akan terus sosialisasikan Mahkota ini dengan harapan masyrakat paham supaya mengerti , mengapa Mahkota diberikan oleh pajajaran ke Sumedang dan juga mengapa di bentuk SPBS sesuai Perda yang tertera , juga kita buatkan momentum bersejarah baru” Pungkas Radya Anom.

Pihak karaton juga berharap agar sosialisasi ini dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh warga Sumedang.

“Dengan adanya langkah ini, diharapkan bahwa pengetahuan tentang SPBS dan Mahkota Binoksih ini akan lebih tersebar luas di masyarakat, semoga ini menjadi kalendar event tahunan di tingkat desa yang d waapat berjalan lebih efisien dan terukur sesuai dengan rencana pembangunan yang berkelanjutan”