Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kabupaten Bandung)
Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama di wilayah Kabupaten Bandung. Hal itu, kata dia, dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kehadiran tokoh agama bisa memberikan kontribusi positif tidak hanya urusan spiritual saja tapi ihwal kesejahteraan sosial dan ekonomi warga Kabupaten Bandung. Kang DS–sapaan akrab Dadang, mengajak ulama, para ustaz, pimpinan pondok pesantren hingga pimpinan ormas Islam di Kabupaten Bandung untuk bersinergi dalam membangun warganya lebih sejahtera lagi. Ia mengatakan kehadiran seorang pemimpin dan ulama tidak bisa dipisahkan karena memiliki peran sentral yang saling menguatkan dalam membangun budaya arif di masyarakat. Hal ini juga, lanjutnya, menjadi pondasi dalam terciptanya kesejahteraan masyarakat. (poskota.co.id)
Pengembangan ekonomi umat merupakan persoalan besar yang dihadapi umat dewasa ini, dan sesungguhnya pemecahannya hanya dapat dilakukan oleh umat Islam itu sendiri dengan cara kembali kepada aturan-aturan Allah, di antaranya dengan: menanamkan sifat wirausaha bagi setiap individu umat, membangun kemitraan/ jejaring yang kuat dengan berbagai pihak terutama dengan sesama muslim, membuat kebijakan-kebijakan yang lebih memihak kepada pertumbuhan ekonomi umat, dengan cara mensupport secara moril maupun materil yang bersumber dari dana zakat, menjalankan transaksi dan perilaku ekonomi sesuai dengan aturan-aturan dalan ajaran Islam. Dengan begitu jelas sudah untuk membangun ekonomi umat tidak perlu membangun kerjasama dengan ulama karena sejatinya urusan membangun umat ini adalah tugas dan tanggung jawab penguasa yang harus mengurus semua kepentingan umat termasuk di bidang ekonomi.
Namun ekonomi yang diharapkan dalam Islam bukanlah ekonomi yang berorientasi kepada kapitalis, sosialis, komunis dan lainnya tetapi pembangunan ekonomi yang diharapkan dalam Islam adalah ekonomi yang didasari pada nilai-nilai akidah yang bersumber pada al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Karena ekonomi dalam pandangan Islam bukanlah tujuan akhir dari kehidupan melainkan hanya sebagai pelengkap semata, namun ia juga tidak mungkin dapat lepas dari kehidupan. Tidak diragukan lagi bahwa Islam adalah agama yang mengatur semua tatanan hidup manusia dengan sempurna.
Sistem ekonomi Islam adalah satu-satunya sistem yang mampu mendongkrak dan mendorong umat dari keterbelakangan dan keterpurukan ekonomi menuju kejayaan dan kegemilangan ekonomi yang berlandaskan aqidah dan moral yang tinggi. Bahkan beberapa cendekiawan Eropa mengakui bahwa sstem ekonomi barat sejalan dengan kesadaran berfikir dunia Islam, sebagai contoh seperti apa yang telah dikemukakan oleh Jaequas Auestervi dalam bukunya Economic Development.
Untuk memperlancar proses perbaikan ekonomi umat, secara mutlak dibutuhkan kebijakan pemerintah, karena hanya pemerintahlah yang mempunyai kemampuan dan kekuatan dari segi politis dan ekonomis untuk mendorong dan membuat kebijakan dan aturan-aturan yang sesuai dengan syari’at Allah. Demikianlah apa yang telah tercatat dalam sejarah dimasa kejayaan Islam terdahulu,semakin jelas bahwa syari’at Islam merupakan sesuatu yang urgent untuk segera diterapkan dalam bingkai negara yang merealisasikan aturan Islam secara kaffah.
Wallahu ‘alam bishowwab











