Keterangan Foto : Tampak Pembangunan Puskesmas Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya yang bersumber dari DAK senilai Rp.6 Milyar
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Chief Information Officer (CEO) CV Galunggung Bangun Konsturksi, Heri Rustandi menegaskan kalau bangunan yang sedang dikerjakan di Puskesmas Bungursari tidak memakai besi bekas.
Ditemui dikantornya, Heri menjelaskan, jika metode pekerjaan Puskesmas Bungursari, yang pertama dikerjakan yakni membuat galian untuk cakar ayam (pir klep-red).
Dari pantauan wartawan di lapangan memang sangat jelas, Dibawah pir klep tersebut, ada galian sumuran dengan diameter 80 centimeter. Bersamaan dengan proses penggalian, dan terlihat pihak perusahaan mendatangkan besi untuk sumuran, karena yang pertama di kerjakan adalah besi buat sumuran, menggunakan besi 10 uril merk BPS.
“Saat itu kita beli sebanyak 100 batang dan semuanya di spiralkan. Begitu galian sumuran selesai, besi yang sudah dirangkai tersebut kemudian kita pasang. Pas sudah dipasang ternyata ada sisa, karena yang terpakai hanya 53 batang, sisa 47,” terang Heri kepada Koran Sinar Pagi, minggu (25/08/2014) sore tadi.
Pada saat monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan Pemkot Tasikmalaya beberapa hari lalu, menurutnya, kebetulan saat itu para pekerja sedang tidak sibuk, karena tinggal menunggu readymik dan pompa. Karena minim pekerjaan, besi sisa sumuran, oleh pekerja coba diluruskan kembali, karena posisinya sudah dibikin spiral semua.
“karena area penyimpanan terbatas, dan takut hilang jika disimpan disembarang tempat, oleh pekerja disatukan dengan besi yang baru untuk keperluan item pekerjaan lainnya,” jelasnya dengan nada serius.
Jadi besi yang kemarin dilihat pada saat monev yang dilakukan PJ Sekda Kota Tasikmalaya, sebetulnya bukan besi bekas, tapi besi sisa spiral buat sumuran, ujarnya.
Dia pun menegaskan bahwa sisa besi cincin spiral uril 10 tidak akan digunakan, karena peruntukannya hanya untuk sumuran saja.
“Kemungkinan sisa besi spiral tidak akan terpakai lagi, kalau pun dimanfaatkan, paling digunakan nanti setelah pasangan balok latai atau intel beton bertulang, buat stek atau sambungan. Itu pun nanti kalau sudah finishing,” pungkasnya.
