Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)
Jajaran anggota Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah selesai mengikuti Akademi Militer atau Akmil di Magelang, Jawa Tengah. Akmil di Magelang itu dilaksanakan selama 3 hari mulai Jumat 25 Oktober sampai hari ini, Minggu (27/10/2024). Prabowo mengingatkan pentingnya bonding serta team building yang sangat dibutuhkan, harus ada kerjasama yang baik di antara tokoh-tokoh elite, tokoh-tokoh politik. Dan tokoh-tokoh kemasyarakatan. Dengan demikian, dengan asal yang berbeda-beda, perlu proses saling mengenal Selain itu, saat ditanyak mengenai pemilihan lokasi di Akmil Magelang, Prabowo menilai tempat tersebut penuh makna dengan sejarah. Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan vitamin kepada jajaran Kabinet Merah Putih selama pelaksanaan retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah pada 24-27 Oktober 2024. Prabowo ingin semua anggota kabinet dalam kondisi sehat selama retreat. Prasetyo menyebut, jajaran kabinet akan bekerja keras merealisasikan program pemerintahan. (liputan6.com-jakarta)
Adanya pembekalan yang dilakukan oleh presiden terpilih saat ini untuk para menteri dalam kabinetnya merupakan hal yang kurang bermakna, mungkin dalam hal kedisiplinan waktu mereka tercerahkan namun untuk tugas yang akan mereka hadapi untuk mengurus negeri ini tidaklah cukup hanya dengan pembekalan selama tiga hari. Mengingat permasalahan yang akan mereka hadapi sangat berat. Karena saat ini Indonesia menuju ke arah kegelapan dengan maraknya praktik korupsi, hukum disalahgunakan, konstitusi dipermainkan, kemiskinan semakin terpuruk, belum masalah pendidikan yang semakin carut marut, sosial kemasyarakatan kian memburuk, pelecehan, perundungan, pencurian, bahkan pembunuhan senantiasa mengisi linimasa televisi dan media sosial.
Inilah hasil yang diciptakan oleh sistem demokrasi yang merupakan buatan pemikiran manusia yang lemah dan terbatas, yang semakin hari semakin menunjukan kebobrokan dan kehancurannya, mau seberapa puluh kali ganti kepemimpinan dengan beribu-ribu kali startegi baru atau kabinet baru jika sistem yang di pakai masih demokrasi dengan landasan sekuler maka keburukan dan kerusakanlah yang akan terjadi karena menjadikan akal manusia sebagai tuntutan dalam menjalani kehidupan yang seharusnya mengatur kehidupan adalah Allah SWT sebagai pembuat aturan, sebagai Pencipta Dan Maha Pengatur. Allah SWT berfirman yang artinya : “ Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berate-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (TQS. Al Maidah:49)
Berbeda 180 derajat dengan ketika sistem pemerintahan Islam yang berkuasa, dimana selama kurun waktu 14 abad sampai bisa menguasai 2/3 dunia bahkan kesejahteraan masyarakatnya terwujud nyata bagi individu per individu dan terbukti mampu menghantarkan Islam dan masyarakat dinaungi kegemilangan. Sistem Islam mampu mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamin melalui penerapan Islam secara kaffah. Hanya sistem Islamlah yang bisa memberikan dan menjamin hak-hak warga negaranya.
Wallahu ‘alambishowwab











