Hanya Dalam Sistem Islam lah Pemuda Bisa Diharapkan

0
199

Oleh: Emy (Ibu rumah tangga).

KBRN, Banyumas : Mengajak pemilih pemula dan muda, untuk mempergunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024,KPU provinsi Jateng menggelar Goes To Campus, yang berlangsung Auditorium Graha Widyatama prof.Rubiyango Misnan Unsoed Sabtu (9/11/2024) pagi-malam hari. Sejumlah acara digelar untuk menarik perhatian mahasiswa termasuk menggelar sosialisasi Pilkada serentak 2024. Agar mahasiswa khususnya pemilih pemula, dan pemuda menggunakan hak pilihnya. Kadiv sosialisasi, pendidikan pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Tengah Akmaliyah mengatakan, jumlah pemilih pemula dan muda di Jateng mencapai 52 persen.

Diprediksi Akmaliyah pada Pilkada serentak, berbeda tingkat partisipasi pemilih di Jateng mencapai 82 persen. Sedangkan untuk Pilkada Serentak 2024, KPU Jateng menargetkan partisipasi pemilih muda dan pemula mencapai 77,5 persen. “Karena pemilih pemula dan pemuda, jumlahnya sangat banyak mencapai 52 persen. Kita perlu bekerjasama dengan mereka, untuk mensukseskan Pilgub 2024”,kata Akmaliyah.

Sementara itu, Dosen politik dari Fisip Unsoed Ahmad Sobiq mengatakan pemilih pemula dan muda, menjadi penentu dalam Pilkada.
Pemilih muda dan pemilih pemula juga akan menuntut sejumlah hal seperti lapangan pekerjaan, upah, pendidikan dan jaminan sosial. Sehingga calon yang maju, harus memberikan Jawaban atas keinginan dari pemilih pemula dan pemilih muda. “Pemilih muda dan pemilih pemula, juga memiliki perhatian terkait isu-isu lingkungan, korupsi, penegakan Bu hukum. Sehingga harus menjadi perhatian bagi pasangan calon, yang berlaga dalam Pilkada.” kata Sabiq.

Tahun 2024 tahun politik bagi bangsa Indonesia, yang belum lama melaksanakan pemilu untuk memilih anggota legislatif juga Presiden dan wakilnya, pada waktu dekat ini rakyat akan disibukan lagi dengan pemilihan kepala daerah atau pilkada. Mereka menyebutnya dengan pesta demokrasi, yang sudah mulai ramai dengan aktivitas kampanye para calon kepala daerah. Dengan persaingan yang ketat dan memberikan janji-janji yang belum pasti, tidak peduli pada ujungnya rakyat merasa kecewa dan dikhianati. Pada dasarnya wajah asli demokrasi adalah mengusung kebebasan individu, berdasarkan kebebasan individu inilah maka masyarakat dilibatkan dalam pemilihan kepala daerah yang dianggapnya menjanjikan.

Sudah tidak asing lagi, dalam suatu lembaga pemerintah peran pemuda selalu dilibatkan, karena pemuda diharapkan menjadi penerus dan pembangunan peradaban. Dalam sejarah peradaban, pemuda sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa, tetapi pemuda dalam sistem Sekulerisme ini sulit untuk diharapkan karena jika pemuda dalam suatu negara bobrok sudah pasti bobrok pula masa depan negaranya. Itulah yang menjadi kekhawatiran, karena negri ini mengadopsi sistem sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga segala sesuatu yang dilakukan terutama oleh para pemuda tidak disandarkan pada hukum-hukum Allah Swt.

Dalam negara yang mengusung Demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, tetapi itu hanyalah selogan semata. Realitanya rakyat hanya dibutuhkan jika ada kepentingan saja untuk mengambil suaranya, dan setelah berhasil para pemimpin itu seakan menjadi amnesia lupa akan segala yang dijanjikannya. inilah wajah buram dari sistem demokrasi, kekuasaan menjadi tujuan utama segala cara pasti akan dilakukan demi mendapatkan kekuasaan yang mereka inginkan. Mereka mencari kekuasaan bukan untuk memperbaiki kondisi rakyat, tapi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja.

Dalam Islam, kekuasaan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan diakhirat kelak. Penguasa dalam Islam akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemaslahatan umat, baik untuk masyarakat muslim maupun non-muslim. Oleh karena itu, pemimpin yang dipilih harus mempunyai kemampuan yang mumpuni, bukan hanya popularitas seperti fakta yang terjadi sekarang ini, yang menjadi wakil rakyat adalah dari kalangan para artis yang belum tentu sesuai dengan bidang masing-masing. Padahal mereka dituntut untuk mengurus dan mencapai kesejahteraan rakyat yang merata, dan menyelesaikan segala problematika yang ada. Tentu semua itu tidak akan terwujud selama negri ini mengadopsi sistem demokrasi. Sudah saatnya kita bebenah diri dalam segala aspek kehidupan, sudah jelas sistem ini telah gagal dalam menyelesaikan permasalahan umat. Dan tidak ada yang bisa diharapkan, dari sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Untuk menuntaskan segala problematika umat hanya dengan sistem Islam, karena Islamlah yang mampu membawa keberkahan didunia dan akhirat kelak.

Wallahu alam Bisshowab