Oleh ; Amanahtya
Sebagaimana Kita pahami, bagi tenaga pendidik di Indonesia, slogan tersebut sepertinya tidak asing lagi. Setiap terjadi pergantian Menteri pendidikan, produk andalan yang dikeluarkan pasti kurikulum baru. Seolah formulasi mujarab tidak juga ditemukan untuk memperbaiki kesenjangan pendidikan yang ada.
Berdasarkan hasil diskusi dengan ratusan guru dari berbagai daerah di Indonesia melalui program pendidikan profesi guru dalam jabatan, guru Indonesia banyak yang belum memiliki mindset merdeka, bahkan masih didominasi guru dengan mindset merdeka, bahkan masih didominasi guru dengan mindset pelaksana.Banyak guru yang selama mengajar hanya mengandalkan acuan atau pun contoh yang sudah ada. Guru tidak berani menuangkan kreativitas dengan pemikiran, takut menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Hal ini dengan berganti-gantinya kurikulum setiap menteri pendidikannya berganti. Padahal dalam setiap pergantian kurikulum, bertambah pula beban kerja guru. Perubahan, penilaian, dan berbagai tugas administratif lainnya, membuat guru tidak dapat fokus dalam proses pengajarannya saja. Sayangnya, beban kerja yang meningkat tidak disertai dengan peningkatan kesejahteraan guru itu sendiri.
Sejatinya jika memang hendak membentuk kurikulum baru, semestinya menjelaskan terlebih dahulu mengenai konsep utuh dan naskah akademiknya. Semua itu semestinya dibahas bersama para tokoh dan organisasi pendidikan untuk kemudian memberikan kritik maupun masukan terhadap naskah akademik dan konsep dari kurikulum baru itu.
Kurikulum yang terkesan instan yang mengundang kecurigaan pengambilan keuntungan merupakan solusi pragmatis. Alih-alih menganalisis akar permasalahan dan memberikan solusi yang hakiki, pemerintah akan lebih mengutamakan asas kepraktisan dalam pengambilan kebijakan.
Islam mempunyai peradaban pendidikan yang unik. Semuanya telah diatur dengan jelas, sistematis, dan sempurna. Pengaturan nya terjadi secara menyeluruh mulai dari peradaban ekonomi, sosial.
Gambaran secara umum mengenai peradaban pendidik dalam Islam telah banyak diabadikan dalam buku-buku sejarah peradaban kegemilangan umat Islam.
Jika permasalahan utama adalah pada anggaran pendidikan yang kurang maka perlu dilakukan perubahan peradaban ekonomi menjadi peradaban Islam yang telah teruji menyejahterakan. Sumber daya negara yang dimiliki hanya dikelola oleh negara untuk kemaslahatan untuk sehingga kesehteraan guru terjamin, fasilitas pendidikan mencapai mutu tertinggi dan merata di semua daerah.
Semua itu hanya akan terwujud dalam bingkai sistem kehidupan Islam. Oleh karena itu, kita perlu melakukan perubahan tatanan kehidupan secara mendasar dengan kembali kepada peradaban kehidupan Islam.
Wallahu’alam bishwab
