Jangan Bohongi Profesi Guru

0
273

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Dari sejumlah forum dan diskusi tentang pendidikan dan guru, setidaknya ada tiga harapan besar entitas guru. Apa tiga harapan besar guru itu ?

Pertama terkait kesejahteraan dan naiknya status guru, kedua terkait perlindungan profesi guru dan ketiga terkait organisasi profesi guru.

Ganti menteri jangan identik dengan ganti kurikulum. Melainkan bagi guru harus identik dengan perbaikan kesejahteraan. Perbaikan status dari non ASN menjadi ASN, sesuai syarat kompetensi dan kualifikasi.

Kisah guru Supriyani adalah “kode semesta” bahwa para menteri pendidikan belum mampu menghentikan terutama “arogansi eksternal” pada entitas guru.

Siapa pun menteri pendidikannya sampai saat ini belum mampu menertibkan organisasi profesi guru. Momentum terbaik tahun ini untuk membenahi organisasi profesi guru.

Tidak boleh ada lagi non guru, bukan guru aktif, menjadi pengurus organisasi profesi guru. Organisasi guru tidak boleh melanggar undang-undang/regulasi. Lihat UURI No 14 Tahun 2005, Pasal 41 dan Permendikbud Ristek No 67 Tahun 2024, Pasal 7.

Jangan bohongi guru terkait tiga harapan besar di atas. Apa pun orasinya, pidatonya, narasinya, bahkan kurikulumnya. Selama tiga harapan besar guru di atas tidak terbukti. Tetap saja semua dianggap telah “membohongi guru”.

Jangan bohongi guru dalam hal kesejahteraan/status, perlindungan dan organisasi profesinya. Ingat! Warga negara teristimewa, pemilik masa depan, setiap hari ada ditangan entitas guru.

Guru sejahtera, terlindungi, orprofnya terorganisir sesuai harapan besarnya, maka dapat dipastikan semua anak didik akan mendapatkan layanan lebih baik. Siapa yang beruntung? Pemerintah tentunya.

Bila Presiden RI ke 7, Joko Widodo, sebelum akhir jabatannya sudah menaikan dana PIP bagi anak didik sangat signifikan. Mengapa tidak Presiden RI ke 8, Prabowo Subianto menaikan gaji guru secara signifikan di awal pemerintahnnya.

Penguatan pembelajaran matematika, coding, literasi, karakter, deep learning, maindful, meaningful, joyful, tidak mungkin berjalan tanpa “senyum manis guru”. Senyumkan entitas gurunya, maka anak didik akan serempak tersenyum.

Senyum guru dimulai dari rumahnya, terlihat di gerbang sekolah dan menebarkan vibrasi joyful di ruang ruang kelas. Siapa yang diuntungkan ? Pemerintah. Pastikan pemerintah menjamin tiga harapan besar di atas.