OPINI/Artikel

KDM Menjagai Hak Rakyat

adminsigiku.com
×

KDM Menjagai Hak Rakyat

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Sosok yang unik dan otentik dari semua gubernur terpilih pasca Pilgub serentak tahun 2024, adalah Kang Dedi Mulyadi (KDM). KDM bagaikan “BA” nya orang Sunda yang menjadi pemimpin.

Sundanis, beriket kepala, bicara oratorik, sekaligus humorik, dimiliki KDM. Walau kadang Ia pun emosional dan marah-marah bila ada ketidakadilan, dehumanisme dan eksploitasi alam secara liar.

Sosok KDM memang unik dan otentik. Terutama keberpihakannya pada tiga hal penting yakni : keadilan, kemanusiaan dan kelestarian alam.

Siapa pun warga Jawa Barat bagi KDM wajib memahami betapa pentingnya berbuat bersama sama dalam menegakan keadilan, kemanusiaan dan menjaga lingkungan. Terutama fokus pada “Hak Rakyat”.

Bagi KDM hak rakyat adalah fokus dan lokus yang harus menjadi prioritas bersama. Termasuk dalam layanan pendidikan. Diantara narasi terbaru dari KDM dalam dinamika layanan pendidikan adalah sebagai berikut :

Pertama Ia ingin semua anak didik di Jawa Barat dapat bersekolah sampai jenjang SLTA. Meningkatkan “kecerdasan” rakyat masa depan Jawa Barat melalui wajib belajar 12 tahun.

Kedua Ia ingin memastikan semua sekolah tidak ada yang menahan ijazah. Ijazah adalah hak anak dan penentu masa depan generasi muda Jawa Barat. Bila ada “kaitan” administrasi, data, catat dan akan ada solusi.

Ketiga Ia menghendaki agar semua rakyat punya hak yang sama dalam menerima layanan pendidikan. Tidak menjadikan masalah finansial sebagai penghalang bagi siswa dalam mendapatkan hak sekolah. Gratiskan yang tidak mampu, yang sejahtera boleh menyumbang.

Keempat Ia menghendaki penguatan karakter pada setiap anak didik sejak SD terutama sesuai dengan karakter lingkungan daerahnya. Setiap anak punya keterikatan budaya positif dengan daerah dan leluhurnya.

Kelima Ia menggagas seragam ASN Jawa Barat bebas, tapi rapih dan memperlihatkan penampilan terbaik. Tidak formalistik uniformis, melainkan humanis dialogis melayani.

Kelima hal di atas hanyalah tafsir artikulatif penulis dari apa yang bisa diterjemahkan dari ide dan gagasan KDM. Hal yang jelas Ia sangat memperhatikan keterlaksanaan pelayanan optimal entitas ASN pada hak rakyat dalam pendidikan.

KDM pernah mengatakan, ”Menjadi Gubernur Jawa Barat hanyalah kesempatan politik, bukan kewajiban, namun melakukan giat kemanusiaan adalah kewajiban”.

Bila kita maknai perkataan KDM di atas dari versi entitas ASN identik dengan ajakan Mari menjadi pribadi ASN yang tidak main main dalam melayani hak rakyat. Menjadi ASN adalah kesempatan, melayani hak rakyat adalah kewajiban.