Pemimpin Konten Kreator

0
296

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Ungkapan populer mengatakan, “Tulis Apa yang Dikerjakan, Kerjakan Apa yang Ditulis”. Ungkapan ini menjelaskan betapa pentingnya kita semua untuk melakukan dualitas istimewa, yakni: 1) menuliskan dan 2) mengerjakan.

Terutama dalam sebuah organisasi, menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis sangatlah penting. Administrasi sebuah organisasi sangat terkait dengan dualitas di atas yakni implementasi (kerja) dan administrasi (tulisan/catatan).

Nah kini, dunia tulis menulis bergeser ke rekam merekam. Menarik apa yang disampaikan saat itu Kang Dedi Mulyadi ketika masih menjadi calon Gubernur Jawa Barat. Ia mengatakan, “Saya ini orang yang tak bisa diam”.

Ia adalah sosok yang tak bisa diam, Ia pun mengatakan sejak menjadi anggota DPR RI punya banyak waktu luang. Maka kreativitasnya karena tak bisa diam direkam. Ia mengatakan, “Apa yang dilakukan harus direkam”.

Ungkapan “Apa yang dilakukan harus direkam” nampaknya telah menggantikan ungkapan di atas, dari ungkapan populer “Tulis apa yang dikerjakan. Kerjakan apa yang ditulis”, menjadi “Rekam apa yang dikerjakan, kerjakan dan rekam”. Literasi youtube memaksa kita untuk merekam berbagai giat positif kita.

Kini, Kang Dedi Mulyadi terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat yang rencananya akan dilantik di IKN tanggal 6 Februari 2025. Ia adalah salah satu gubernur di negeri ini yang “konten kreator”. Setiap 6 jam sekali, Ia membuat konten.

Ungkapan bijak mengatakan, “Gambar mewakili 1000 kata kata”. Gambar lebih jelas dari kata kata. Apa lagi youtube atau rekaman yang kreatif, jauh lebih menjelaskan dari pada kata kata dan tulisan. Inilah zamannya konten kreator.

Ungkapan lain mengatakan, “Sampaikanlah informasi sesuai bahasa zamannya”. Kini zamannya warganet, netizen dan Tiktok. Warga negara secara fisik dengan warga negara net, warganet, jauh lebih masif warganet. Dualitas masyarakat dalam dimensi net dan dimensi fisik, adalah fakta.

Mari kita semua tetap khusus para pelayan pendidikan waspada, kreatif dan kontributif selalu. Tantangan zaman setiap waktu terus meningkat. Ombak tidak akan pernah berhenti berdebur, begitu pun dinamika zaman. Adaptasi dan terus belajar adalah niscaya.