Kebohongan Menyebar Lebih Cepat

0
201

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Adalah Bagus Muljadi, seorang cendikiawan dan akademisi muda Indonesia, banyak membuat narasi narasi mencerahkan. Ia adalah dosen produktif di University of Nottingham yang berafiliasi dengan Virginia Tech, Amerika Serikat.

Terkait informasi, Ia mengatakan, “Fakta objektif berpengaruh jauh lebih kecil dalam membentuk opini dan keyakinan publik, dibanding emosi dan sensasi”. Ia pun mengatakan, “Di media sosial kebohongan menyebar 6 kali lebih cepat daripada fakta”.

Hal di atas, saat ini, sekarang, sedang terjadi kebohongan yang menyebar lebih cepat dari fakta sebenarnya di dunia sekolahan. Sejumlah media dengan mudah menebarkan kebohongan tanpa “tabayun” lebih mendalam.

Kekecewaan pribadi, modus membuat sensasi, bahkan bertujuan mengumpulkan subcribe, dengan ajakan Mohon bantu SUBSCRIBE, LIKE dan KOMEN ya kawan berani memfitnah sekolahan. Apakah Ia tidak pernah sekolah? Tidak pernah menjadi murid?

Sungguh luar biasa di zaman ini, dunia maya dijadikan alat untuk mengumbar aib pihak lain yang tidak sesuai fakta. Media sosial telah “dibajak” menjadi media menebar fitnah, sebagaimana narasi Prof. Dr. Bagus Muljadi. Informasi bohong menyebar cepat, melejit meninggalkan fakta sebenarnya.

Bagaimana “melawan” dinamika yang menyimpang ini? Mari terutama pendidik reflektif. Tetap waspada dan optimal dalam ikhtiar terbaik menjalankan tugas. Tetap fokus pada pikiran, kata dan tindakan terbaik.