Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Sekertaris Penasihat Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Antapani Kota Bandung, Saryan termotivasi salah satu Kalam Ulama Pendiri NU, (Hadlrathussyaikh KH.Muhammad Hasyim Asy’ari )
“Sopo wonge Kang gelem ngurus NU, ta anggep sebagai Santriku dan didoa’kan Husnul khatimah beserta anak turun nya”
“Itulah pesan penting pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari yang sangat masyhur dan selalu menjadi pegangan siapa saja yang mau berkhidmah di Nahdlatul Ulama. Yang dimaksud dengan mengurus NU dan dijadikan santri Kiai Hasyim adalah mereka yang ikhlas dalam berkhidmah di NU” jelasnya saat interaktif bersama media cetak dan online dalam rangka memperingati Harlah NU ke 102.
Menurutnya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari merupakan ulama yang sanad keilmuannya jelas terhubung kepada Rasulullah shallallahu alaihi was salam melalui para gurunya.
“KH. Hasyim Asy’ari hafidz qur’an dan paham hadits-hadits Bukhari Muslim, hafal kutubus sittah yang setiap kitabnya ada ribuan hadist”ucapnya
Dalam mengajarkan agama ulama Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) berlandaskan ajaran Rasulullah SAW dan Para sahabat Nabi, Tabi’in, & Tabi’ut Tabi’in atau generasi terbaik umat Islam. Serta berpedoman pada Al-Qur’an, Hadits/as-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Aswaja An-Nahdliyah merupakan ideologi yang dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU).
Saryan mencontohkan seperti ulama Gus Baha saat mengajarkan agama menjelaskan secara detail sumber keilmuannya, jadi bukan pendapat pribadinya.
“Saya menjelaskan agama ini dari guru saya, guru saya sumber penjelasannya dari kitab karya ulama terdahulu. Jadi bukan pendapat saya” ucapnya meniru apa yang disampaikan Gus Baha
Saryan mengungkapkan dengan aktif di Gerakan Pemuda Ansor atau Banser, kita akan bisa dekat langsung dengan ulamanya. Karena secara struktural di NU, Ansor yang akan menjadi penerus ulamanya, sedangkan Banser yang selalu mengawal ulamanya saat berdakwah ke mana-mana.
Selain itu memilih berjama’ah dengan Nahdlatul Ulama merupakan hal penting untuk menguatkan umat islam. Karena memang sebagai muslim harus bersama jama’ah yang banyak. Kalau di Indonesia jumlah jama’ahnya sudah mencapai ratusan juta, belum lagi di tambah jama’ah yang tersebar di berbagai negara yang dikelola oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama.
https://www.koransinarpagijuara.com/2025/01/22/wanita-ulama-banyumas-ungkapkan-fundamental-pengendalian-diri-menjelang-masa-panen-umat-islam/









