Ekonomi & Bisnis

Saryan Produsen Mie dan Pangsit Anugrah Bagikan Ilmu Merubah Pekerja Menjadi Wirausaha

adminsigiku.com
×

Saryan Produsen Mie dan Pangsit Anugrah Bagikan Ilmu Merubah Pekerja Menjadi Wirausaha

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Tokoh Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama dari Antapani Kota Bandung, sukses menjalankan usaha dibidang makanan dengan memproduksi mie dan pangsit. Pengalaman usahanya ditekuni sejak menjadi pekerja hingga berhasil menjadi wirausaha. Selama 9 tahun menjadi pekerja dan sekarang telah puluhan tahun menjadi wirausaha.

Saryan Produsen Mie dan Pangsit Anugrah di Pasar Astana Anyar Kota Bandung menjelaskan saat menjadi pekerja hal yang paling penting itu bagaimana kita berupaya menjadi karyawan terbaik bagi bos kita, sambil belajar tentang usaha yang dijalaninya.

“Jangan bicara banyak atau sedikitnya gaji dulu, tapi berupayalah menjadi karyawan terbaik untuk bos kita” jelasnya saat interaktif bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI di kediamannya, perkomplekan desa Bojong Kunci Pamengpeuk Kabupaten Bandung (29/1/2025)

Menurutnya ketika mulai memantapkan diri untuk menjadi wirausaha ialah karena dorongan keluarga dan pengalaman untuk menjadi wirausaha dinilai sudah cukup.

“Dulu itu sempat menjual motor dan mas kawin untuk tambahan modal membeli mesin produksi mie dan pangsitnya. Alhamdulillah sekarang sudah terlihat hasilnya, omsetnya perhari rata-rata mencapai 3 jutaan. Selama sebulan dapat memproduksi 400 karung (25kg/karungnya) menjadi pangsit atau mie yang disebar ke 4 pasar besar di Bandung. Pembayarannya ada yang kontan harian dan mingguan”ucapnya

Saryan mengungkapkan bahwa saat menjalani usahanya sangat penting untuk memberikan pelayanan terbaik, kenyamanan dan menjaga kualitas produknya.

“Jangan sampai tebang pilih untuk memberikan pelayanan terbaik, misalnya kepada pembeli atau konsumen yang jumlahnya sedikit kita responya biasanya-biasanya aja. Tetapi kepada pembeli atau pelanggan yang jumlah pemesanannya banyak. Kita responya luar biasa. Jika seperti itu, maka termasuk ketidak adilan dalam memberikan pelayanannya”ungkapnya

Selain itu, berupaya menghadirkan kenyamanan di lingkungan tempat usaha dengan kebersihan & keramahan untuk para pelangan dan terus menjaga agar produknya tetap berkualitas, serta berusaha untuk pengembangan pemasaran yang lebih luas.

“Alhamdulillah dari hasil usahanya pas usia sekitar 30 lebihan sudah ke beli rumah di Jawa dan di usia selanjutnya ke beli rumah di Antapani”katanya

Saryan menceritkan hal yang sangat penting dalam menjalani usaha ialah meyakini bahwa berwirausaha itu ibadah. Maka saat menjalani juga harus dalam kondisi suci. Misalnya dengan menjaga wudhu, saat berangkat menuju tempat usaha selalu berdzikir atau membaca sholawat, ketika masuk ke pasar berdo’a terlebih dahulu. Serta kalau bisa didukung dengan amalan ba’da magrib membaca Al qur’an dengan tujuan mengundang keberkahan untuk usaha yang dijalaninya.

Saat ditanya perihal pesaing usaha, Saryan menyatakan bahwa sebagai wirausaha harus berprasangka baik. Misalnya saat tiba-tiba ada yang membuka usaha yang sama di sekitar tempat usaha kita. Maka harus berprasngka baik, dengan meyakini bahwa yang mengatur atau membagikan rezeki itu Alloh. Lalu berprasangka baik, dengan adanya usaha yang baru di sekitar kita akan memperbanyak calon pembeli yang berdatangan atau jika usaha itu sedang tutup. Maka pelanggannya bisa saja beralih ke usaha kita.

Infromasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, saat ini usahanya memiliki 4 karyawan untuk produksi hingga pemasaran. Serta usahanya dapat diteruskan atau dikelola mandiri oleh saudara kandungnya.

Walaupun sibuk mengurusi usahanya dari malam hari hingga siang hari, dirinya selalu menyempatkan mengaji di Nahdlatul Ulama dan meluangkan waktu untuk mendidik anak-anak perempuannya.

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/05/12/publik-baca-meningkat-pemda-banyumas-apresiasi-kinerja-publikasi-koran-sinar-pagi/