OPINI/Artikel

Penanggulangan Banjir

adminsigiku.com
×

Penanggulangan Banjir

Sebarkan artikel ini

Oleh : Amanah Tya

Seiring datangnya muslim hujan, banjir terjadi di berbagai wilayah seperti, Dayeuh kolot, kabupaten bandung,palasari jalan cisirung, ratusan rumah, tempat lahan,mini market, terdampak banjir, sejak beberapa pekan terakhir ini, bahkan fasilitas umum seperti jalan, sekolah,mesjid, tergenang banjir, banyak sekola yang di liburkan karena ruang kelas terendam.( Bandung jumat 7 maret 2025)

Bencana banjir yang terjadi awal 2025 ini merupakan kejadian berulang. Lagi – lagi banjir setiap musim hujan datang, Bahkan ada kawasan-kawasan tertentu yang mendapatkan julukan “Langganan banjir” karena tiap tahun kebanjiran terus.

Berulangnya bencana banjir erat kaitannya nya dengan pembangunan wilayah yang tidak direncanakan secara komprehhensif dan mendalam. Di kabupaten Bandung, wilayah bagian selatan yang mestinya menjadi daerah serapa, ternyata sudah dipenuhi permukiman. Pembangunan properti telah mengubah bentang alam di daerah hulu sehingga terjadi degradasi atau deforestasi kawasan hutan. Begitu juga dengan pembangunan fasilitas umum, seprti jalan, sekolah, dan rumah sakit.

Berbagai pembangunan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan. Demi mengejar cuan, pembangunan dilakukan secara serampangan. Ini lah pembangunan ala kapitalisme yang hanya mengutamakan keuntungan dan abai atas dampak terhadap lingkungan dan tata kota secara keseluruhan, Akibatnya, rakyat yang menjadi korban. Terjadi korban jiwa, rumah warga terendam, penduduk harus mengungsi. Setelah banjir, marak terjadi diare.

Inilah fasad akibat pembangunan kapitalistik yang mengabaikan aturan Islam dan hanya memperturutkan hawa nafsu manusia untuk memperoleh keuntungan materi sebanyak-banyaknya.

Fasad ini telah Allah swt. Peringatkan dalam al-alquran,
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali(ke jalan yang benar).
(as Ar-Rum:41).

Sungguh jauh berbeda dengan pembangunan didalam Islam akan memperhatikan penjagaan terhadap lingkungan sehingga alam tetap harmonis. Meski sebuah pembangunan sekolah menguntungkan, seperti, permukiman, atau kawasan wisata, jika ternyata merusak alam dan merugikan masyarakat, akan dilarang.

Pembangunan dalam peradaban Islam dilaksanakan untuk kepentingan umat dan memudahkan kehidupan mereka. Ujung tombak pembangunan adalah penguasa. Oleh karenanya, penguasa sebagai pengurus (raa’in) rakyat harus menjalankan kebijakan pembangunan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya, bukan berdasarkan kemauan para investor.

Pragdima pembangunan Islam yang berdasarkan syariat dan berirentasi pada kemaslahatan rakyat.
Syariah Islam menerapkan konsep hina, yaitu kawasan yang dilindungi. Ada kawasan yang tidak dibolehkan untuk diambil hasilnya, apapun itu, demi menjaga kelestarian lingkunhan. Inilah hutan lindung dalam konteks hari ini. Dengan demikian, tidak hanya pesat dalam pembangunan dalam syariah Islam juga memperhatikan krkestsrian lingkungan. Dengan demikian, terwujudlah keamanan bagi warga.
Wallahu’alam bissawab