OPINI/Artikel

Menjaga Spirit Ramadhan

adminsigiku.com
×

Menjaga Spirit Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Tya Amanah

Sebagaimana kita pahami, berbagai kemulian dan keistimewaannya, wajar jika Ramadhan merupakan merupakan salah satu bulan yang paling dirindukan kehadirannya oleh kaum muslim diseluruh dunia untuk menyambut bulan mulia ini dengan penuh antusias dan hati gembira menyambut kedatangan Ramadhan adalah sebagian dari refleksi keinsnan seorang muslim.

Meskipun merupakan kewajiban individual, puasa tetap memberikan pesan-pesan politik dan sosial. Secara individual, pelaksanaan puasa Ramadhan berdampak pada peningkatan kualitas ketakwaan sebab ujung dari pelaksanaan puasa Ramadhan adalah di raihnya status sebagai manusia bertaqwa.
Allah SWT berfirman
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas orang seblum kamu agar kamu bertakwa.
(As Al Baqarah (2) : 183).

Ketakwaan adalah derajat paling mulia di sisi-Nya. Allah SWT berfirman,
” Sungguh orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
(As Al-Hujurat (49) : 13).

Oleh karenanya, penting memahami kembali spirit takwa serta menerapkan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian ketakwaan seorang individu adalah ketika ia mampu menjadikan hukum-hukum Allah sebagai timbangan sikap dan perilakunya. Timbangan hukum dalam Islam ada lima, yakni Wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Kehati-hatian dalam berprilaku agar selalu dalam ketundukan pada hukum Allah serta terhindar dari jerat kemaksiatan dan pelanggaran hukum syariat, itulah yang di sebut ‘taqwa’.

Sebagaimana kita pahami, sejatinya Al-Quran sebagai petunjuk atas seluruh perilaku dalam kehidupan didunia yang harus selalu merujuk Al-Quran, diantaranya dalam hal kepemimpinan.

Pungsi kepemimpinan dalam Islam adalah untuk mengatur urusan rakyat agar tertib sejalan dengan nas Al-Quran, serta kepada Allah, Rasullah, dan ululamri, yakni orang yang diamahi untuk mengatur urusan umat, tentu selama pemimpin itu tunduk pada Al-Quran dan sunah.

Takwa adalah puncak hikmah dari ibadah saum Ramadhan. Perwujudan takwa secara individu tidak lain dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, baik sebelum Ramadhan, maupun selama dan sesudahnya.Adapun perwujudan takwa secara kolektif adalah terwujudnya masyarakat yang tunduk dan terikat secara totalitas pada syariat Islam.

Melalui momen Ramadhan, secara kolektif umat Islam harus diingatkan akan pentingnya menjaga spirit Ramadhan. Urgensi menjaga dan memelihara spirit Ramadhan tampak pada ketakwaan merupakan perkara asasi yang mendorong kaum Muslim untuk taat kepada Allah Swt. Dan Rasul-Nya. Akan mendorong kaum Muslim untuk tunduk dan patuh kepada hukum-Nya.

Sesungguhnya sebenarnya hakikat kemenangan dan kesuksesan kita menjalani ibadah puasa kita pada Ramadhan ini. Semoga selama dan selepas Ramadhan, semangat dakwah dan perjuangan menegakkan syariat Islam makin menggelora.
Dengan demikian, hadirnya Ramadhan adalah sebuah kenijakan spiritual yang perlu kita laksanakan sebagai individu muslim.

Semoga bulan agung ini menjadi wasilah kaum muslim dalam memantik girah dan komitmen dakwah dan perjuangan untuk mewujudkan ketakwaan hakiki, baik individu, masyarakat, maupun negara. Ketakwaan hakiki ini hanya bisa diwujudkan dengan tegaknya syariah Islam.

Wallahu alam bishwab