OPINI/Artikel

Gubernur Hanya Satu

adminsigiku.com
×

Gubernur Hanya Satu

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Di negeri ini, terutama di dunia netizen, publik makin ter_Dedi Dedi. “Ulah” Kang Dedi Mulyadi (KDM) makin menebar dan menyebar ke mana mana.

Adalah Ali Rifan mengatakan “Kalau bicara KDM, KDM itu gubernur Indonesia, popularitas KDM sudah melapaui teritori tanah Pasundan”.

Uniknya, kalau ada sebuah kegiatan, orang datang bukan untuk acara kegiatan, melainkan ingin melihat KDM. Masyarakat Jabar dan luar Jabar mulai ter_Dedi Dedi. Bahkan ada yang datang dari luar negeri.

Baru tiga bulanan menjadi Gubernur Jawa Barat, KDM telah melesat melampaui popularitas tokoh tokoh nasional. Menurut Ali Rifan, fenomena tokoh yang datang dari/mewakili rakyat bawah, cepat populer.

Sebagai pengamat politik Ali Rifan mengatakan ada persamaan dan perbedaan antara sosok KDM dan Jokowi. Jokowi jarang bicara, rakyat yang membicarakannya.

KDM orang yang langsung bicara. Ia tipe algoritmik, sangat memahami medan media sosial. Dalam tulisan sebelumnya saya identifikasi sebagai pemimpin influencer.

Bagi Ali Rifan, KDM punya diferensiasi yang menonjol. Mulai dari iket kepala, baju putih dan kemampuan adaptasi dengan ragam medan audien. Bicara formal dan non formal Ia bisa lakukan.

Faktanya hari ini sangat sulit publik mencari pemimpin yang menghibur, dermawan, tegas, advokatif dan cepat memberi solusi. KDM adalah pribadi unik, otentik dan nyentrik.

KDM adalah pejabat yang menjungkirbalikan tradisi pejabat zaman doeloe. Pejabat konservatif, tradisionalis zaman dulu, identik dipuja, dilayani, diberi dan dimuliakan rakyat. KDM beda.

Beda KDM adalah terbalik dari pejabat atau penguasa pada umumnya. Ia melayani, memberi, memuliakan rakyatnya. Ratusan juta Ia berikan kepada rakyatnya secara langsung. Ia punya finansial pribadi yang mampu membantu rakyatnya.

Bisa jadi bagi KDM rezeki itu kalau dialirkan, diberikan pada sesama atas dasar cinta kasih, maka rezeki akan berkah. Memberi pada sesama akan dilihat semesta dan Ia akan dengan mudah memantulkan kembali rezeki kita.

Tidak akan kekurangan dan miskin orang yang senang memberi. Bahkan orang yang hatinya penuh cinta, senang memberi bagaikan magnet yang bisa menyedot rezeki lebih berkah.