Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Generasi muda tak cukup hanya sekadar melek teknologi, mereka juga harus mampu menjadi penggerak dalam penggunaan media digital yang bijak. Semangat inilah yang diusung oleh Duta Baca Jawa Barat Angkatan 2024 dalam penyelenggaraan Seminar Nasional Literasi bertajuk “Empowering Digital Generation: Literasi Digital Gen Z di Tengah Gelombang Hoaks dan AI”, yang digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025, di Aula Graha Pustaloka Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat.
Seminar ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, dengan tujuan membekali generasi muda agar memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni. Mereka diharapkan mampu menangkal hoaks serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara tepat dan bertanggung jawab. Kegiatan ini berkolaborasi dengan komunitas Prisma Muda, dan diorganisasi oleh tim Mahira Planner sebagai wujud sinergi antar generasi muda dalam menumbuhkan kesadaran literasi digital di tengah derasnya arus informasi dan teknologi.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan ini dalam membangun budaya literasi digital yang sehat di kalangan generasi muda.
“Harapan kami, melalui kegiatan hari ini, Gen Z tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga agen perubahan yang kritis, adaptif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan hoaks dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan,” ujarnya.
Seminar dan talkshow menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yaitu Alfath Fadillah R. (Winner Duta Baca Jawa Barat 2024), Sahar Alfatahar (edu-influencer), dan Faren Muhammad (guru TK muda sekaligus konten kreator). Ketiganya hadir memberikan perspektif yang relevan dan memotivasi generasi muda agar cakap dalam menghadapi tantangan era digital.
Turut hadir pula bintang tamu Abay Adithya, penulis buku sekaligus naskah film “Cinta dalam Ikhlas”, yang membagikan pengalaman inspiratifnya dalam sesi bincang santai bersama peserta.
Sebagai bagian dari kampanye literasi digital, seminar ini juga mendukung gerakan #YouthAgainstHoaks, yang bertujuan melawan penyebaran informasi palsu di kalangan anak muda. Usai seminar dan talkshow, para peserta diajak menandatangani spanduk sebagai simbol komitmen mereka dalam membedakan antara informasi yang valid dan hoaks, sebuah aksi simbolik yang menegaskan kesadaran dan tanggung jawab mereka sebagai pengguna media digital yang cerdas.
Selain sesi edukatif, acara juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pertunjukan musik, games interaktif, pameran literasi, cek kesehatan, terapi herbal, konsultasi psikolog, pembagian doorprize, hingga penampilan seni wayang literasi yang dikemas secara atraktif.
Melalui kegiatan ini, Duta Baca Jawa Barat membuktikan bahwa pengabdian bukan sekadar program, tetapi kontribusi nyata bagi masyarakat. Diharapkan, seminar ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak gerakan positif untuk menciptakan generasi digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi era disrupsi informasi.
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/#google_vignette
