Oleh: Nia Umma Zhafran (Aktivis Muslimah)
Dilansir dari bbc.com (03/07), Direktur Rumah Sakit Indonesia sekaligus dokter di Gaza, Marwan Al-Sultan, tewas dalam serangan udara Israel, Rabu (02/07). Dalam serangan itu, istri dan beberapa anaknya juga tewas.
Anak perempuan Al-Sultan, Lubna, berkata rudal pesawat tempur F-16 menargetkan kamar ayahnya. Putrinya pun menyatakan bahwa ayahnya tidak terlibat dengan kelompok milisi manapun.
IDF pada berbagai kesempatan mengakui telah melancarkan serangan ke rumah sakit itu. Alasan yang mereka ajukan, rumah sakit itu merupakan bagian dari “infrastruktur kelompok teror”. Padahal otoritas kesehatan Gaza, kelompok pekerja medis lintas negara, dan juga PBB menyatakan berulang kali membantah tuduhan itu.
Kejahatan Zionis Yahudi makin melanggar perikemanusiaan dan menunjukkan kebiadaban yang sangat luar biasa. Meski rakyat terus bergerak dan menunjukkan pembelaan, namun penguasa dunia tetap diam, hanya kecaman dan retorika belaka, bahkan penguasa negeri Muslim masih terus bergandengan tangan dengan penjajah Zionis.
Ketidak pahaman akan akar persoalan Palestina dan kuatnya cinta pada kedudukan dan kekuasaan membuat para penguasa negeri muslim buta mata dan hatinya juga lalai akan hubungan persaudaraan atas dasar iman.
Upaya penyadaran harus terus digaungkan makin kuat dan makin keras. Upaya ini harus dilakukan oleh kaum muslim yang sudah sadar, terlebih para pengemban dakwah. Mereka harus menguatkan dan meningkatkan upayanya agar dukungan umat atas dasar kesadaran makin kuat, sehingga umat akan terus bergerak dan menuntut penguasa mereka agar kembali kepada tuntunan Islam untuk solusi Palestina, yaitu bebasnya Palestina dengan jihad dan tegaknya Daulah Islam (Khilafah).
Para pengemban dakwah harus terus berusaha mewujudkan opini umum atas solusi hakiki persoalan Palestina yang dilandasi dengan kesadaran umum. Mereka terus memimpin umat menuju jalan yang sudah ditempuh Rasulullah saw, menuju penegakan hukum Allah sebagai sarana untuk melangsungkan Kembali kehidupan Islam, dengan tegaknya Khilafah.
Para Pengemban dakwah harus terus menjaga keistiqamahan berjalan dalam dakwah sesuai thariqah Rasulullah Saw, meningkatkan kemampuannya dalam membangun kesadaran umat juga menguatkan hubungan dengan Allah agar pertolongan Allah segera datang.
WalLaahu’alam bishowwab











