Politik & Pemerintahan

Hati hati ! 2 Hari lagi, Satpol PP Jabar akan Bongkar Bangunan di Atas Sempadan Sungai Cimulu Tasikmalaya

adminsigiku.com
×

Hati hati ! 2 Hari lagi, Satpol PP Jabar akan Bongkar Bangunan di Atas Sempadan Sungai Cimulu Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya,-
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menertibkan bangunan yang berada di atas sempadan sungai. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi sungai dan mencegah banjir. Penertiban akan dilakukan secara bertahap, termasuk bangunan yang sudah ada sebelum adanya aturan garis sempadan.

Satpol PP Jawa Barat, dalam waktu dekat ini tepatnya pada Sabtu (26/7/2025) mendatang akan melakukan penertiban bangunan yang melanggar garis sepadan dan berdiri di atas saluran air atau sungai Cimulu Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Bangunan-bangunan tersebut akan dibongkar karena melanggar peraturan daerah (Perda) dan mengganggu fungsi fasilitas umum seperti saluran air.

Penataan atau pembongkaran tersebut akan di lakukan kepada 9 bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai Cimulu. Dan rencana pembongkaran ini pihak dinas telah melakukan sosialisasi sejak jauh jauh hari kepada pemilik bangunan bangunan yang dimaksud. Bahkan sudah dilayang kan surat teguran pertama, kedua dan ketiga.

Ungkapan tersebut diutarakan Jafung ahli muda Pengelola UPTD Wiluyah Sungai Citanduy Propinsi Jawa Barat – Cecep Sofyan,ST,MT,. kepada Koran Sinar pagi, diruang kerjanya , Rabu (23/7/2025) pagi.

Menurut Cecep, kebijakan yang di ambil ini telah melalui prosedur dan SOP yang berlaku. “Proses pembongkaran ini tentunya dilakukan melalui tahapan sesuai prosedur, mulai dari pengecekan lapangan,sosialisasi hingga pemberian surat peringatan ke satu hingga ketiga sebelum dilakukan eksekusi oleh sat pol Jabar,” katanya.

Bahkan pihaknya telah mengundang para pemilik bangunan, dan dari 9 bangunan yang akan di bongkar nanti, ada satu bangunan yang terlihat “keukeuh” tidak mau dibongkar, sementara bangunan yang lainnya sejak kemarin sudah dibongkar secara sukarela oleh para pemiliknya.

“Ada satu bangunan yang terlihat keberatan untuk dibongkar, bahkan katanya sudah didampingi pengacara segala, tapi kita tetap akan melakukan pembongkaran sesuai rencana,” ucapnya.

Dari pantauan Koran Sinar Pagi dilapangan, saat ini sudah ada beberapa warga yang telah mengosongkan bangunannya dengan secara sadar dan sukarela terkait adanya rencana pembongkaran yang akan di eksekusi oleh pihak Satpol PP Jabar pada Sabtu mendatang.

Sebetulnya, masih kata Cecep, ada dua kegiatan yang berhubungan dengan normalisasi saluran induk cimulu dalam rangka sedimentasi sungai Cimulu terutama di hulu sungai. Banyak masalah sampah di bendungan yang terhambat akibat saliran air sungai yang tersendat, salah satunya akibat adanya bangunan bangunan diatas sempadan sungai, hingga aliran air menjadi tidak lancar.

Dan pada akhirnya kami membuat program di tahun 2025 dengan adanya normalosasi saluran dan alat pengangkat sampah mekanik.

“Hal ini akibat desakan para petani Manonjaya yang dialiri oleh aliran sungai Cimulu sehingga kita merencanakan normalisasi saluran,” ujarnya.

Adapun rencana Normalisasi saluran air tersebut, didasarkan atas hasil tenaga ahli bahan sedimen ini adalah pasir dan ini tentunya perlu dilakukan pengerukan oleh alat berat kedepannya.

“Untuk program penataan atau pembongkaran bangunan yang melintang diatas saliran origasi cimulu anggarannya hanya untuk biaya sewa alat berat senilai Rp.200 juta, sementara program berikutnya pada pertengahan Agustus nanti dilanjut dengan rehabilitasi daerah sungai Cimulu dengan anggaran Rp 2,5 Milyar,” terang Cecep.

Sebetulnya jika ingin tuntas program normalisasi dan rehabilitasi sungai Cimulu, bisa saja dilakukan secara keseluruhan, namun anggaran nya tidak memungkinkan untuk saat ini.

Sungai Cimulu yang memiliki panjang 17 KM dengan luas area 1528 hektar tentunya memiliki jangkauan yang sangat luas, dan tentunya dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mensukseskan program tersebut.

Sementara untuk tahun 2025 ini kita fokuskan dulu pada bangunan bangunan yang berdiri diatas sempadan aliran irigasi sungai Cimulu. Walaupun kegiatan pembongkaran bangunan bangunan tersebut akan di saksikan oleh gubernur KDM, tentunya hal ini tidak membuat patah semangat petugas dilapangan.

“Ada tidak ada pa KDM nanti pada hari Sabtu saat pembongkaran, program ini tetap akan jalan terus, syukur syukur beliau bisa hadir,” pungkas Cecep.