Pewarta : Liputan khusus
Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Terpantau Lipsus KSP beberapa hari yang lalu, 10 Guru SMK Budi Bakti kec. Ciwidey kab Bandung resah. karena dipecat. Seperti di utarakan salah seorang guru SMK Budi Bakti kec. Ciwidey yang tidak mau ditulis jati dirinya.
“Ya benar kami 10 orang tenaga pengajar di SMK Budi Bakti Kec. Ciwidey Kab. Bandung dipecat oleh Kepala Sekolah tanpa ada keterangan dari pihak yayasan pun. Padahal kami sudah mengabdi puluhan tahun, kami diundang pihak sekolah via wa, namun pada saat itu sedang ada kegiatan keluarga atas seijin pihak sekolah. Sorenya ada wa dari pihak SMK Budi Bakti harus datang, setelah sampai di ruang kantor tanpa basa-basi Kepala SMK Budi Bakti meminta 10 guru harus menanda tangani surat pernyataan pemberhentian menjadi guru di SMK Budi Bakti. Sebaiknya pihak sekolah mengundang 10 guru yang di pecat terlebih memberikan alasann yang jelas bukan sebaliknya tutur salah seorang guru singkat.
(24/07/2025) Lipsus KSP dan Tim Jurnalis independen Bersatu (JITU) mengunjungi satu di antara rumah 10 Guru SMK Budi Bakti, “ya benar kami dipecat pihak sekolah tanpa alasan yang mendasar di tahun 2025, jumlah guru yang dipecat bersamaan ada 10 orang. Kami hanya menerima undangan via wa, agar ke 10 Guru datang ke sekolah. Sesampainya di kantor Kepala Sekolah, kami disuruh menanda tangani surat pernyataan pemberhentian yang disampIkan oleh salah seorang staf Kepala SMK Budi Bakti, kami tidak menanda tangani surat pernyataan tersebut karena tidak ada kejelasan
Sorenya kami ditranfer sebesar rp. 250.000 oleh oknum staf, namun kami menolak Kami mohon kepada seluruh Kepala Sekolah swasta maupun negeri di Kec Ciwidey khususnya, tidak patut ditiru kejadian seperti yang kami alami,” tutur salah seorang guru.
(25/07/2025) Liputan KSP dan tim Jurnalis Independen Bersatu (JITU) sambangi SMK Budi Bakti Kec. Ciwidey. diterima Edo humas SMK Budi Bakti. Ditanya perihal pemecatan 10 Guru, Edo menjawab “Permasalahan 10 guru dipecat itu kewenangan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah. Kami baru beberapa bulan tugas di sini,” tutur Edo.
Lebih jauh Lipsus dan Tim Jurnalis Independen Bersatu (JITU) berulang kali menyambangi Kantor Kepala SMK Budi Bakti kec. Ciwidey, namun yang bersangkutan sulit untuk dikonfirmasi, seolah menghindar dari Media dan Jurnalis.













