Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengundang Leon, korban persekusi, bersama dengan orangtuanya ke rumah dinas pada Jum’at (5/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut Ayep Xaki menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan kasus tersebut secara serius, meskipun peristiwa itu terjadi 2 (dua) tahun lalu.
“Sebelumnya kan kasus ini sudah dibawa ke Komisi III DPRD. Kita tunggu dulu rekomendasi dari DPRD kepada saya selaku pimpinan daerah. Setelah itu, saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ujar Ayep.
Menurutnya, upaya utama yang akan dilakukan pemerintah adalah meminimalisir kasus perundungan di sekolah.
“Yang penting ke depan, bagaimana kepala sekolah dan guru bisa lebih responsif. Untuk kasus Leon sendiri, mudah-mudahan ada solusi terbaik dan keadilan yang bisa diterima oleh keluarganya,” ucapnya.
Ayep mengaku baru mengetahui secara resmi kejadian tersebut, padahal terjadi 2 (dua) tahun lalu.
“Tentu tidak mungkin membalikkan waktu. Namun yang penting sekarang adalah bagaimana kita mencari jalan keluar ke depan,” jelasnya.
Dikatakan, sebagai kepala daerah dirinya juga harus memikirkan langkah ke depan agar kondisi lebih baik.
“Masalah di masyarakat ini banyak, mulai dari pengangguran, kemiskinan ekstrem, hingga pendidikan, dan itu semua harus ditangani,” ungkapnya.
Ayep juga memastikan akan memanggil seluruh kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk duduk bersama membahas langkah pencegahan kasus serupa.
“Saya sudah agendakan untuk memanggil semua kepala sekolah. Sekolah harus belajar menegakkan keadilan, jangan ada yang ditutupi. Cari jalan keluar yang terbaik bagi siswa,” katanya.
Selain itu, Wali Kota juga menyatakan akan membantu pengobatan Leon dengan therapi, agar kondisi kesehatan korban bisa berangsur membaik.













