Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
Sejak pertama negeri ini dimerdekakan belum ada kepala daerah yang unik, otentik dan menggelitik seperti Kang Dedi Mulyadi (KDM). Sosok yang satu ini memang “mengemuka” sejak Ia menjadi Bupati Purwakarta. Semakin populer ketika Ia menjadi Gubernur Provinsi Jawa Barat.
Tentu saja sosok KDM bukanlah manusia sempurna atau Supermen, tanpa cacat dan cela. Ia manusia biasa yang punya keterbatasan dan kelemahan. Ia pembelajar, budayawan, sekaligus politisi yang terus berupaya memperbaiki diri.
Ia adalah pemimpin, sekaligus influencer. Sebagai pemimpin daerah, Ia berusaha memperlihatkan gaya kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat. Sebagai influencer, Ia berusaha memberikan edukasi dan motivasi pada publik maya, melalui gayanya.
Mulai dari sekolahan, pesantren, kampus dan jalanan, Ia datangi untuk memberikan syiar kebaikan dalam versinya. Sampai saat ini KDM menjadi satu satunya kepala daerah yang paling dikagumi di Indonesia. Ia melintasi masa keemasan Jokowi ketika menjadi kepala daerah.
Ketika bulan ini begitu hangat dengan demo, ribuan orang demo di berbagai tempat. Mengasipirasikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, pengurus partai dan anggota legislatif. Disisi lain ribuan orang mengapresiasi kehadiran KDM di berbagai tempat.
KDM bagi penulis adalah diantara solusi kebangsaan. Apa maksudnya? Maksudnya adalah, ketika bangsa ini sedang tidak baik baik saja, dan masyarakat demo emosional di mana mana, hadir KDM memberi efek adem. Memberi warna lain akan hebat dan dikaguminya pemimpin dan gaya kepimimpinannya.
Saat bangsa ini tidak baik baik saja, krisis kepercayaan, KDM hadir mencolok memperoleh kepercayaan luar biasa dari masyaraat. KDM bisa jadi “BA” dari entitas pemimpin yang bisa diduplikasi di berbagai daerah. KDM adalah sosok dan model pemimpin yang diterima mayoritas rakyat.
Secara tidak langsung KDM telah menjadi pribadi pemimpin yang menguatkan kebangsaan kita. Setidaknya rakyat Jawa Barat sangat puas oleh gaya kepemimpinan KDM dan “rakyat” netizen Indonesia bisa melihat masih ada pemimpin yang wow.
KDM telah menjadi “kompensasi” bagi publik Indonesia yang merasa kecewa dengan berbagai dinamika layanan pemerintah. Untung masih ada kepala daerah Idola, kepala daerah influencer yang mampu menebarkan vibrasi positif pada masyarakat Indonesia.
Secara tidak langsung KDM telah memberikan sumbangsih konstruktif pada realitas kebangsaan kita. Tidak semua pemimpin bermasalah, masih ada yang terbaik. KDM adalah diantara pemimpin terbaik itu. Lompatan kebijakannya lahir dari kebatinan rakyatnya.











