Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi kembali menuai sorotan berbagai kalangan masyarakat, terutama orangtua murid, pasalnya, program yang seharusnya menjadi upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi siswa ini, malah memicu kekhawatiran orangtua murid akan kesehatan anak – anaknya selaku penerima manfaat program tersebut.
Kali ini, buah jeruk yang dibagikan kepada siswa untuk konsumsi dilaporkan dalam kondisi tidak segar bahkan sebagian sudah busuk dan berulat. Padahal sesuai dengan aturan, bahan makanan yang akan dibagikan kepada para siswa tersebut sudah melalui pemeriksaan oleh ahli gizi yang ditunjuk.
Dengan kejadian ini, orang tua meminta agar kualitas makanan untuk anak-anak sekolah menjadi perhatian utama pihak pelaksana program, khususnya tim dapur penyedia menu.
Salah satu orang tua murid SDN Benteng 1 Kota Sukabumi, Rifal, mengungkapkan kekecewaannya setelah menemukan jeruk yang diterima anaknya dalam keadaan tidak layak konsumsi.
“Sangat disayangkan, jeruk yang menjadi bagian dari menu MBG kondisinya sudah busuk dan saya tentu khawatir, bila dikonsumsi anak saya akan mengalami sakit, karena sudah busuk, akhirnya jeruk tidak jadi dimakan, jadi mubazir,” tuturnya, Jum’at (7/11/2025).
Ia berharap pihak dapur maupun pengelola program MBG dapat memperbaiki sistem penyimpanan dan penyaluran bahan makanan, agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.
Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan makanan bergizi dan layak konsumsi setiap harinya.
“Kami sangat mendukung program makan bergizi ini karena manfaatnya besar bagi anak-anak. Tapi kualitas makanannya harus dijaga, jangan sampai justru merugikan,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak dapur penyedia menu MBG di wilayah tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan orangtua siswa tersebut, padahal sudah coba dihubungi untuk meminta penjelasan, namun belum mendapat respon.
Diharapkan insiden ini menjadi perhatian bersama agar ke depan pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih baik, dengan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan makanan yang disajikan kepada siswa.













