Pewarta : Asep Yaya
Kabupaten Ciamis – Pemulihan akses jalur nasional Ciamis–Cirebon terus dikebut, setelah Jembatan Cikaleho di Buniseuri ambrol total pada Senin malam (24/11/2025). Struktur jembatan yang sebelumnya telah mengalami longsor sebagian, pada Sabtu 8 November 2025 lalu itu akhirnya tak mampu menahan gerusan tanah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis selama beberapa hari berturut-turut.
Sebagai langkah darurat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui PPK 3.4 Jawa Barat mulai memasang jembatan sementara atau Jembatan Bailey.
Penanggung Jawab Ruas Jalan Nasional PPK 3.4 Jawa Barat, Rico Okriana, mengatakan pemasangan Bailey menjadi prioritas utama untuk memulihkan konektivitas masyarakat.
“Penanganan awal kami adalah memasang jembatan Bailey sepanjang sekitar 24 meter, ditargetkan rampung beberapa hari ke depan. Namun perlu dipahami bahwa kapasitas beban jembatan Bailey hanya 20 ton,” ujarnya.
Rico menambahkan, untuk penanganan permanen, desain Jembatan Cikaleho yang baru sedang disiapkan dan dijadwalkan masuk agenda pengerjaan pada tahun 2026.
Sementara itu, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, kembali meninjau lokasi ambruknya Jembatan Cikaleho pada Rabu (26/11/2025). Ini merupakan kunjungan keduanya sejak peristiwa tersebut terjadi. Herdiat ingin memastikan bahwa seluruh proses penanganan darurat berjalan sesuai target dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Saya minta pekerjaan darurat ini dipercepat agar mobilitas warga tidak terlalu terganggu,” tegasnya.
Herdiat juga memberikan imbauan khusus kepada masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca belakangan ini masih tidak menentu. Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati jalur yang belum dinyatakan aman dan mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan.
“Di tengah situasi darurat seperti ini, keselamatan harus menjadi prioritas. Saya mohon warga bersabar dan mematuhi rekayasa lalu lintas yang sudah diatur. Ikuti instruksi petugas, terutama pengendara kendaraan besar yang mungkin terbatas oleh kapasitas jembatan sementara,” ujarnya.
Selain itu, Herdiat menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dapat mempercepat proses administrasi desain dan pembangunan jembatan baru tahun 2026, mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai akses utama ekonomi dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
“Kami berharap penanganan permanen bisa segera terealisasi. Jalur ini adalah urat nadi bagi warga Ciamis dan daerah sekitar. Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar dan kita bisa mendapatkan jembatan yang lebih kuat serta lebih aman ke depannya,” ungkapnya.













