Pewarta : Anis:
Kota Depok – Program Tentara Manungggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026 di wilayah Kodim 0508/Depok kini memasuki babak krusial. Memasuki pertengahan masa pelaksanaan, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) yang juga menjabat sebagai Kadispenad, Brigjen TNI Donny Pramono, turun langsung meninjau progres pembangunan di kawasan Sukmajaya dan Cilodong, Kamis (26/02/2026).
Kehadiran Brigjen TNI Donny Pramono tidak sendirian. Ia didampingi oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, beserta jajaran Forkopimda. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh program, baik fisik maupun non-fisik, berjalan sesuai target sebelum ditutup dua minggu mendatang.
Dalam peninjauannya, Brigjen TNI Donny menekankan bahwa TMMD kali ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan implementasi dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
“Ada dua fokus utama di Kodim 0508/Depok ini mulai penyediaan sumber air bersih dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kami hadir di tengah masa kegiatan untuk melihat sejauh mana progresnya, sehingga sisa waktu dua minggu ini bisa dioptimalkan,” ujar Donny di sela-sela kegiatannya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi kolaborasi solid antara TNI dengan Pemerintah Kota Depok, DPRD, hingga Kejaksaan Negeri dalam menyukseskan program ini.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Angkatan Darat. Menurutnya, pemilihan program TMMD tahun ini sangat cerdas karena menjawab tantangan nyata yang dihadapi warga Depok, terutama terkait krisis air akibat perubahan iklim.
Mengapa program ini dianggap tepat sasaran,
mulai dari renovasi RTLH memberikan dampak langsung bagi martabat dan kesehatan keluarga prasejahtera. Pembangunan sarana air bersih menjadi langkah mitigasi di tengah cuaca ekstrem yang tidak menentu. Sinergi antara TNI dan Forkopimda memastikan anggaran dan tenaga kerja terserap secara efektif.
Pemerintah Kota Depok berkomitmen penuh untuk terus mendukung dan berkolaborasi sekuat tenaga. Program ini benar-benar menyentuh akar permasalahan masyarakat,” tegas Chandra.
Dengan sisa waktu 14 hari, optimisme terpancar dari wajah para petugas dan warga di lapangan. TMMD ke-127 ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, melainkan aksi nyata membangun negeri dari tingkat desa.

