Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 118 kejadian bencana melanda wilayah Kota Sukabumi selama triwulan pertama tahun 2026. Rentetan bencana tersebut menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp5 miliar.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, saat ditemui di kantornya, Selasa (22/4/2026), menjelaskan bahwa total area terdampak mencapai 3.382 hektare. Selain itu, sebanyak 15 unit bangunan mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 66 unit rusak ringan.
Berdasarkan data BPBD, pada Januari terjadi 44 kejadian bencana, Februari 28 kejadian, dan Maret meningkat menjadi 46 kejadian. Cuaca ekstrem menjadi ancaman paling dominan dengan 99 kali kejadian. Selain itu, tercatat 10 kasus kebakaran permukiman, 6 kejadian tanah longsor, serta 3 kali gempa bumi.
“Nilai kerugian terbesar berasal dari bencana kebakaran dengan total kerugian Rp2.357.000,” ujar Suhendar.
Jika ditinjau berdasarkan wilayah, Kecamatan Baros menjadi daerah paling rawan dengan 24 kejadian bencana. Disusul Kecamatan Gunung Puyuh dan Warudoyong masing-masing 18 kejadian, Lembursitu dan Cikole masing-masing 16 kejadian, Citamiang 14 kejadian, serta Cibeureum 12 kejadian.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air guna meminimalisasi risiko banjir saat hujan deras mengguyur Kota Sukabumi.













