Ragam

Tebing Sungai Desa Caruy Diperkuat Bronjong dari BBWS Citanduy

adminsigiku.com
×

Tebing Sungai Desa Caruy Diperkuat Bronjong dari BBWS Citanduy

Sebarkan artikel ini

Pewarta : A Y Saputra

Kab Cilacap – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui Organisasi Pelaksanaan Operasional Pemeliharaan (OP) 2 mengucurkan anggaran untuk pembangunan bronjong di bantaran Sungai Caruy, Desa Caruy, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.

Pembangunan ini menjadi langkah konkret dalam mitigasi bencana longsor serta abrasi tebing sungai yang selama ini mengancam pemukiman dan lahan pertanian warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu, 23 April 2026, pekerjaan pemasangan bronjong telah berjalan dengan progres yang cukup signifikan.

Struktur bronjong berupa anyaman kawat baja yang diisi batu kali terlihat mulai tersusun rapi di sepanjang tebing sungai yang sebelumnya mengalami pengikisan.

Informasi yang dihimpun, panjang penanganan bronjong di lokasi tersebut mencapai sekitar ±150 meter, dengan fokus pada titik-titik kritis yang berpotensi longsor. Pekerjaan ini ditargetkan rampung sebelum puncak musim hujan guna meminimalisir risiko kerusakan lebih lanjut.

Tebing Rawan Ambrol Saat Musim Hujan
Warga setempat mengaku lega dengan dimulainya proyek tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, tebing Sungai Caruy terus mengalami abrasi yang cukup parah, terutama saat debit air meningkat di musim penghujan.

“Tiap musim hujan kami selalu waswas. Tahun kemarin tanah sawah saya ambrol sampai 2 meter ke sungai. Kalau tidak segera ditangani, bukan cuma sawah, rumah warga juga bisa terancam,” ujar Wardi (54), salah satu petani setempat.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan luas lahan pertanian berkurang dari tahun ke tahun. Hal ini tentu berdampak langsung pada hasil panen dan perekonomian warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Perkuat Tebing, Amankan Infrastruktur Desa
Pembangunan bronjong ini merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin sungai oleh BBWS Citanduy melalui OP 2. Metode bronjong dipilih karena dinilai efektif dalam menahan gerusan arus air serta memiliki fleksibilitas terhadap pergerakan tanah.

Selain itu, struktur bronjong juga tergolong ramah lingkungan karena memiliki rongga yang memungkinkan air tetap mengalir dan menjadi habitat bagi biota sungai.

Seorang pelaksana lapangan yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa pemasangan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi kontur tanah.

“Penanganan ini bersifat preventif sekaligus darurat. Kita prioritaskan titik yang paling rawan longsor. Harapannya sebelum musim hujan datang, struktur sudah cukup kuat menahan debit air,” jelasnya.

Selain melindungi lahan pertanian, pembangunan ini juga bertujuan mengamankan infrastruktur desa seperti jalan usaha tani serta saluran irigasi yang berada tidak jauh dari bantaran sungai.

Warga berharap Pengerjaan Segera Rampung
Hingga berita ini diturunkan, proses pengerjaan masih terus berlangsung dengan dukungan alat dan suplai material yang terus didatangkan ke lokasi.

Intensitas hujan yang mulai meningkat di wilayah Cilacap bagian barat membuat warga berharap proyek ini bisa segera diselesaikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BBWS Citanduy dan OP 2. Semoga dengan adanya bronjong ini, kami bisa bertani dengan lebih tenang tanpa takut tanahnya hanyut lagi,” ungkap Wardi.

Warga juga berharap ke depan ada penanganan lanjutan di titik lain sepanjang aliran Sungai Caruy yang masih berpotensi mengalami abrasi.