Pewarta : Red
Jawa Barat – Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di Kota Cirebon berlangsung meriah dengan menampilkan ragam kesenian tradisional yang memukau ribuan warga. Perhelatan budaya tersebut tidak hanya menjadi tontonan atraktif, tetapi juga penegasan identitas sejarah dan kekayaan budaya Jawa Barat.
Sejumlah penampil dari Keraton Kasepuhan Cirebon menghadirkan tarian Bedaya dengan balutan busana kerajaan yang anggun dan sarat nilai tradisi. Nuansa sakral dan estetika budaya semakin terasa dengan hadirnya para pengawal kerajaan yang mengiringi jalannya kirab.
Atraksi unik juga ditampilkan melalui kesenian Binaraga Jebor asal Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Para peserta yang merupakan buruh pabrik genteng tradisional tampil dengan tubuh kekar sambil membawa tumpukan genteng layaknya barbel. Tradisi khas yang selama ini identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI tersebut sukses mencuri perhatian masyarakat.
Kirab budaya diawali dari Taman Pedati Gede dan berakhir di Alun – alun Keraton Kasepuhan dengan mengarak Mahkota Binokasih, simbol historis peninggalan Kerajaan Sunda Padjadjaran. Ribuan masyarakat tampak antusias memenuhi sepanjang rute kirab hingga area panggung utama untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Cirebon dan tiga keraton yang terlibat dalam penyelenggaraan kirab budaya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan upaya membangun keterhubungan antara warisan masa lalu dan visi masa depan.
“Kita tidak bisa berbicara masa depan tanpa memahami sejarah. Masa lalu adalah histori, filosofi, dan ideologi, sedangkan masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan,” ujar Dedi.
Ia menegaskan, kirab budaya juga menjadi bentuk penguatan identitas budaya Jawa Barat yang memiliki akar sejarah kuat dan teruji melalui berbagai peninggalan, termasuk Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih.
Usai dari Cirebon, rangkaian Kirab Budaya Mahkota Binokasih akan berlanjut ke Kota Bandung. Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 dan dilanjutkan dengan drama kolosal di Gedung Sate.
Kirab budaya bertema Mahkota Bertahta Cinta itu juga terasa istimewa karena melibatkan partisipasi komunitas seni dari Jakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes sebagai simbol kolaborasi budaya lintas daerah di wilayah perbatasan Jawa Barat.













