Rencana Merger SD di Cimahi Picu Kemarahan Warga dan Wali Murid

0

Pewarta : Wahyu

Kota Cimahi – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menggabungkan sekaligus mengalihfungsikan SDN Baros Mandiri 7 memicu gelombang penolakan keras dari warga dan orang tua murid. Mereka menilai kebijakan tersebut sepihak dan mengorbankan masa depan anak-anak.

Kemarahan warga memuncak setelah muncul kabar sekolah itu tak lagi menerima siswa baru, meski keputusan resmi penutupan belum pernah diumumkan pemerintah.

Warga menduga ada upaya “mematikan sekolah secara perlahan” demi mengubah gedung SD menjadi ruang tambahan SMPN 6 Cimahi. Sementara para siswa rencananya dipindahkan ke SDN Baros Mandiri 3.

Ketua Komite Sekolah, Wulan Widhatul Ummah, menilai kebijakan itu dipaksakan dan tidak masuk akal karena jumlah siswa SDN Baros Mandiri 7 masih normal.

“Kenapa harus sekolah kami yang ditutup? Murid masih ada, sekolah masih berjalan baik,” tegasnya, Jum’at (15/5/2026).

Penolakan juga meledak dalam rapat sosialisasi bersama Disdik. Wali murid menilai lokasi sekolah pengganti terlalu jauh dan dinilai tidak aman bagi anak-anak karena berada dekat saluran air besar dan area pemakaman.

“Kami memikirkan keselamatan dan kenyamanan anak. Ini bukan solusi, malah menyulitkan siswa,” ujar perwakilan wali murid, Edi Suherdi.

Tak hanya soal jarak, warga juga khawatir dampak psikologis akibat perpindahan mendadak yang dapat mengganggu proses belajar anak.

Bahkan demi mempertahankan sekolah, guru dan warga rela turun langsung mencari calon siswa baru ke sejumlah TK. Mereka menegaskan SDN Baros Mandiri 7 masih dibutuhkan masyarakat.

Desakan warga membuat rapat berakhir tanpa keputusan. Pihak Disdik disebut memilih membawa aspirasi penolakan itu ke pimpinan untuk dikaji ulang.

Hingga kini, Kepala Disdik Kota Cimahi Nana Suyatna belum memberikan pernyataan resmi. Nasib SDN Baros Mandiri 7 pun masih menggantung di tengah gelombang protes warga.