Pewarta : Arief
Jawa Barat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT PLN (Persero) memperkuat komitmen percepatan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Senin (18/5/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas strategi percepatan elektrifikasi, khususnya untuk wilayah terpencil dan daerah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses listrik.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan sektor energi di Jawa Barat tidak boleh hanya berfokus pada suplai listrik nasional, tetapi juga harus memastikan keadilan akses bagi masyarakat di daerah sendiri.
“Jawa Barat selama ini ikut menopang kebutuhan energi nasional. Karena itu, tidak boleh ada warga Jawa Barat yang masih hidup tanpa listrik,” tegas Dedi.
Ia menekankan, pemerataan listrik bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemprov Jabar bersama PLN menargetkan seluruh wilayah di Jawa Barat sudah teraliri listrik paling lambat awal tahun 2027. Program percepatan tersebut akan difokuskan pada kawasan pelosok, permukiman terpencil, dan daerah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan PLN.
Selain perluasan jaringan, kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan energi yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekologi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mempercepat pemerataan akses energi.
“Tujuan kami sama, memastikan seluruh masyarakat Jawa Barat dapat menikmati listrik sebagai layanan dasar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan,” ujar Darmawan.
Menurutnya, pemerataan akses listrik merupakan bentuk konkret pelaksanaan keadilan sosial yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar slogan pembangunan.

