Pewarta : Red
Bandung – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak di Jawa Barat mendapatkan akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas.
“SPMB bukan sekadar proses administrasi, tetapi bentuk komitmen pemerintah terhadap pendidikan yang transparan dan berkeadilan,” ujar Purwanto, Senin (18/5/2026).
SPMB 2026 diawali melalui Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) guna memetakan sebaran lulusan SMP/MTs, pilihan sekolah, serta jalur masuk peserta didik. Menurutnya, pemetaan tersebut menjadi dasar perencanaan daya tampung dan pelaksanaan SPMB yang objektif serta tepat sasaran.
Purwanto menyebut daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat mencapai 909.183 kursi atau 109,93 persen dari total lulusan SMP/MTs sebanyak 826.996 siswa. Sementara daya tampung sekolah negeri berada di angka 43,9 persen.
Selain SPMB reguler, Pemprov Jabar juga menjalankan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang saat ini telah hadir di 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat.
“Kami berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB dan menghindari segala bentuk intervensi maupun kecurangan,” tegasnya.

