RSUI, Kenali Lupus dan Pentingnya Penanganan Sejak Dini

0
323

Pewarta : Anis

Kota Depok – Rumah Sakit Universitas Indonesia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit Lupus dan pentingnya deteksi serta penanganan sejak dini guna mencegah komplikasi yang lebih serius.

Lupus merupakan penyakit Autoimun Kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri sehingga menimbulkan peradangan pada berbagai organ. Penyakit ini dapat memengaruhi Kulit, Sendi, Ginjal, Paru – Paru, Jantung, hingga Otak.

Jenis Lupus yang paling umum ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus atau SLE, yakni Lupus yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Penyakit ini lebih banyak dialami wanita usia produktif, namun juga dapat terjadi pada pria maupun anak – anak. Selain SLE, terdapat Lupus Kutaneus yang menyerang kulit serta Lupus Imbas Obat yang dapat membaik setelah penghentian obat pemicu.

Karena memiliki gejala yang beragam dan sering menyerupai penyakit lain, Lupus dikenal sebagai “penyakit seribu wajah”. Gejala yang muncul pada setiap pasien pun dapat berbeda – beda, mulai dari mudah lelah, nyeri sendi, ruam kulit, rambut rontok, sariawan berkepanjangan terutama di langit – langit mulut, hingga demam berulang.

Hingga saat ini, Lupus memang belum dapat disembuhkan secara total. Namun, perkembangan terapi dan penanganan medis memungkinkan penderita Lupus tetap menjalani aktivitas sehari- hari dengan baik dan memiliki kualitas hidup yang optimal.

Pengobatan lupus dilakukan untuk mengurangi peradangan, mengontrol gejala, mencegah kerusakan organ, serta membantu pasien tetap produktif. Dengan pengobatan rutin dan pemantauan berkala, risiko komplikasi dapat ditekan dan sebagian pasien bahkan dapat memasuki fase remisi, yakni kondisi ketika gejala sangat ringan atau tidak muncul dalam periode tertentu.

Kekambuhan Lupus atau Flare juga dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti stres, kurang istirahat, paparan Sinar Matahari berlebihan, Infeksi, perubahan Hormon, hingga ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat. Karena itu, penderita lupus dianjurkan menjaga pola hidup sehat dan rutin berkonsultasi dengan dokter.

RSUI menegaskan deteksi dini menjadi langkah penting agar Lupus dapat segera ditangani secara tepat. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri sendi berkepanjangan, Ruam Kulit, kelelahan berlebihan, Sariawan berulang, Sesak Napas, hingga pembengkakan pada kaki atau wajah.

Sebagai bentuk komitmen dalam pelayanan kesehatan, RSUI menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit autoimun yang ditangani dokter spesialis penyakit dalam Konsultan Reumatologi.

Layanan tersebut meliputi konsultasi penyakit Autoimun dan Reumatologi, pemeriksaan laboratorium penunjang Lupus, pemantauan kondisi pasien, edukasi kesehatan, hingga pendampingan terapi sesuai kebutuhan pasien.

Melalui layanan yang terintegrasi, RSUI berharap pasien lupus dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga tetap mampu menjalani aktivitas secara optimal dan menjaga kualitas hidup dengan baik.