Pewarta : Lina SC
Kab. Bandung Barat – Harapan hidup lebih baik berubah jadi mimpi buruk. Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja di Perkebunan Kelapa Sawit di Papua Barat Daya hingga terlantar lebih dari setahun.
Kasus ini kini ditangani Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat yang tengah memfasilitasi pemulangan keluarga tersebut dari Kota Sorong ke kampung halaman mereka.
Kepala Dinsos KBB, Idad Saadudin, mengatakan pihaknya menerima surat resmi dari perangkat daerah di Kota Sorong terkait permohonan pemulangan keluarga itu.
“Benar, kami menerima surat permohonan pemulangan satu keluarga dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, ke Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan,” ujar Idad, Jum’at (22/5/2026).
Satu keluarga tersebut terdiri dari Ade Halidan, istrinya Peni Herawati, serta dua anak mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan.
Menurut Idad, keluarga itu diduga berangkat ke Papua setelah tergiur janji pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Namun sesampainya di lokasi, kenyataan jauh dari harapan.
“Informasinya mereka tertipu iming-iming pekerjaan di perkebunan kelapa sawit dan sudah berada di sana lebih dari setahun,” katanya.
Untuk memulangkan korban, Dinsos KBB bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Baznas Kabupaten Bandung Barat, hingga unsur kewilayahan setempat.
Rencananya, keluarga tersebut akan dipulangkan menggunakan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia dari Kota Sorong pada Selasa, 26 Mei 2026, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Setibanya di Jakarta, petugas gabungan bersama Dinsos KBB akan langsung menjemput dan mengantar mereka pulang ke Cikalongwetan.
“Hari ini kami masih terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait agar proses pemulangan berjalan lancar,” ungkap Idad.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran kerja di luar daerah yang tidak jelas legalitas maupun perusahaan perekrutnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati jika menerima tawaran kerja di luar provinsi. Pastikan legalitas dan kejelasan pekerjaannya terlebih dahulu agar tidak menjadi korban penipuan,” tegasnya.

