Berkah Sekolah Maung

0
191

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua Umum DPP AKSI)

Sejumlah sahabat kepala sekolah mendapatkan amanah memimpin Sekolah Maung (Manusia Unggul). Ini sebuah tantangan dan sekaligus peluang. Tantangan untuk menaklukan rintangan dan peluang untuk “berselancar” dalam transformasi pendidikan.

Pro kontra tentang Sekolah Maung adalah dinamika adaptatif dalam ragam tafsir perspektif pendidikan. Setidaknya Sekolah Maung mampu menjadi sekolah etalase di setiap daerah yang dijadikan model. Kalau ingin mencari sekolah terbaik ya Sekolah Maung. Sekolah Maung akan menjadi andalan dan model.

Semoga pemerintah sangat memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana Sekolah Maung. Pastikan Sekolah Maung punya sarana dan prasarana terbaik. Plus upaya peningkatan SDM internal Sekolah Maung harus terus dipompa. Tentu saja kesejahteraan GTKnya pun harus lebih baik. Mengapa? Bagian dari insentif beratnya memegang amanah Sekolah Maung.

Bagaimana sekolah selain Sekolah Maung? Sekolah selain Sekolah Maung tetap saja harus transformatif, adaptif dan eksis. Sekolah Maung punya amanah dan beban prestatif yang tak ringan. Sekolah reguler memiliki nafas lega dari tekanan menjadi sekolah terbaik. Namun bila sekolah reguler menonjol, lebih berprestasi dan bisa bersaing dengan Sekolah Maung, disinilah letak superioritasnya.

Sekolah Manung berkah bagi internal dan citra positif sekolah. Bila pemerintah Provinsi Jawa Barat benar benar memperhatikan segalanya. Terutama kesejahteraan GTKnya. Sekolah reguler yang bukan Sekolah Maung pun akan mendapatkan berkah prestatif, bila mampu berkompetisi dengan Sekolah Maung.

Sekolah reguler punya kesempatan menjadi Sekolah Maung versi masyarakat. Kunci sukses sekolah diantaranya adalah “Apakah masyarakat masih percaya, atau makin percaya pada sekolah yang kita pimpin?”. Apalagi bila sekolah reguler bisa “mengalahkan” prestasi Sekolah Maung. Disinilah puncak prestasi sekolah, ketika sekolah reguler malah jadi iconic di masyarakat.

Sekolah Maung jadi pilihan dan sangat berprestasi adalah normal dan wajar. Mengapa? Karena “diendorse” oleh pemerintah. Sekolah reguler tetap favorite dan penuh prestasi, disitulah seksi dan superioritasnya. Ayooo, sekolah reguler bisa! Sekolah Maung berprestasi adalah biasa. Sekolah reguler berprestasi adalah luar biasa.