Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bojongsari Patungan Perbaiki Akses dan Saluran Irigasi

0
153

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Kecewa karena infrastruktur tak kunjung mendapat perhatian, puluhan warga RT 02/RW 07 Kampung Cipanengkas, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, turun tangan memperbaiki jalan rusak dan membersihkan saluran irigasi secara swadaya, Sabtu (30/5/2026).

Gotong royong massal itu dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga akses transportasi warga yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan memadai.

Ketua RT 02, Ibon, mengatakan seluruh biaya perbaikan berasal dari sumbangan masyarakat. Warga terpaksa bergerak sendiri karena kondisi jalan yang semakin membahayakan dan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Kami tidak bisa terus menunggu. Jalan ini sudah sering menyebabkan kecelakaan, sementara aktivitas masyarakat setiap hari bergantung pada akses tersebut,” ujarnya.

Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah, di antaranya jalur Kampung Citamiang – Cijorong – Telagasari yang menghubungkan Desa Bojongsari dan Desa Mekarjaya, serta jalur Pamoyanan menuju Jembatan Curug Banteng di Kampung Cipanengkas.

Ironisnya, akses utama menuju objek wisata Curug Banteng hingga kini belum pernah tersentuh pembangunan berupa hotmix maupun betonisasi. Padahal, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Kepala Dusun 04 Desa Bojongsari, Ervan, menilai buruknya infrastruktur menjadi salah satu faktor terhambatnya pengembangan potensi wisata dan ekonomi wilayah.

“Potensi wisata di sini sangat besar. Jika akses jalannya dibangun sesuai standar jalan kabupaten, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dan desa melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” katanya.

Aksi gotong royong tersebut juga menjadi bentuk kritik warga terhadap pemerataan pembangunan. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, masyarakat mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap wilayah yang dinilai masih tertinggal dari sisi infrastruktur dasar.

Warga menyoroti kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun meski mereka rutin memenuhi kewajiban membayar pajak. Mereka berharap kontribusi yang diberikan kepada negara dapat berbanding lurus dengan pelayanan dan pembangunan yang diterima masyarakat.

“Kami selalu taat membayar pajak. Yang kami harapkan sederhana, akses jalan yang layak dan aman untuk masyarakat,” ungkap salah seorang warga.

Kegiatan gotong royong tersebut dihadiri Ketua RT 02 Ibon, Ketua RW 07 Asidin, Kepala Dusun 04 Ervan, serta sejumlah tokoh masyarakat. Melalui aksi nyata ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Desa Bojongsari sebagai bentuk keadilan pembangunan bagi masyarakat di wilayah selatan Sukabumi.