Website SPMB Jabar 2026 Down Seharian, Orangtua Khawatir Ada “Permainan” di Sistem

0
356

Pewarta : Anis

Kota Depok – Website Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB Jawa Barat 2026 mendadak tidak bisa diakses sepanjang Minggu (31/5/2026). Kondisi ini memicu kekhawatiran orang tua siswa yang menilai gangguan sistem penerimaan murid baru nyaris selalu terjadi tiap tahun.

Melalui unggahan resmi di media sosial, Dinas Pendidikan Jabar menyampaikan permohonan maaf. Layanan SPMB dihentikan sementara mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB untuk pemeliharaan dan peningkatan sistem.

“Dalam rangka pembaruan layanan, website SPMB tidak dapat diakses sementara pada hari ini,” tulis Disdik Jabar.

Disdik Jabar memastikan informasi terbaru terkait Pemetaan Calon Murid Baru PCMB akan diumumkan setelah pembaruan selesai.

Orangtua Minta Transparansi

Gangguan ini muncul di tengah antusiasme tinggi calon peserta didik dan orang tua yang tengah mengakses informasi, pemetaan minat sekolah, hingga persiapan pendaftaran SPMB 2026 jenjang SMA, SMK, SLB.

Namun alih-alih tenang, banyak orang tua justru waswas. Pasalnya, sistem penerimaan murid baru berbasis daring di Jabar sudah berjalan beberapa tahun, tapi masalah teknis hampir selalu muncul di masa krusial pendaftaran.

“Ini sudah tahun ke berapa SPMB online. Kenapa tiap tahun selalu ada masalah pas jam-jam genting? Kami khawatir ada oknum yang bermain di dalam sistem,” ujar Rina, orang tua calon siswa SMA di Kota Depok.

Kekhawatiran serupa ramai di grup WhatsApp orang tua. Mereka mendesak
Disdik Jabar menjamin sistem SPMB 2026 benar-benar bersih, transparan, dan bebas intervensi. Jangan sampai gangguan teknis dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengatur kelulusan.

“SPMB harus fair. Jangan sampai ada permainan data, titip anak, atau otak-atik sistem dari dalam. Anak kami berhak dapat sekolah negeri tanpa ‘kongkalikong’.

Disdik Diminta Perkuat Pengawasan,

SPMB 2026 sendiri merupakan sistem penerimaan murid baru Pemprov Jabar yang tahun ini memperkenalkan tahapan PCMB sebagai pra-pendaftaran sebelum seleksi utama.

Menanggapi kekhawatiran publik, sejumlah orang tua meminta Disdik Jabar memperkuat audit sistem, membuka akses pengawasan, dan menindak tegas bila ada oknum internal yang bermain.

“Pemeliharaan boleh, tapi jangan sampai jadi celah. Kami minta jaminan tidak ada pihak yang main belakang di SPMB tahun ini,” tegas Orang Tua Murid .