Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Uus Pirdaus melakukan monitoring pelaksanaan pembangunan Betonisasi Badan Jalan Ruas Sukaraja – Paldua (Mahoni) di Kecamatan Sukaraja, Minggu (7/06/2026).
Proyek Peningkatan Infrastruktur Jalan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1,85 Miliar. Pekerjaan yang memiliki masa pelaksanaan selama 90 hari kalender itu dikerjakan oleh CV Vahracons.
Kehadiran Bupati di lokasi proyek disambut antusias warga setempat. Salah seorang warga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas realisasi pembangunan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.
“Terima kasih Pak, pembangunan jalan yang sudah lama kami dambakan akhirnya dapat dilaksanakan,” ujarnya saat menyambut rombongan Bupati Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia meminta kontraktor pelaksana tidak mengurangi Volume maupun Kualitas Pekerjaan, baik dari sisi panjang, lebar, maupun ketebalan konstruksi jalan.
“Saya sudah menekankan kepada Kepala Dinas PU agar pengawasan dilakukan secara ketat. Kontraktor harus bekerja sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dan tidak boleh main – main dalam pelaksanaannya,” tegas Asep.
Bupati juga mengingatkan bahwa pembayaran pekerjaan akan dilakukan berdasarkan hasil pelaksanaan yang memenuhi standar dan ketentuan kontrak.
“Kalau ada kekurangan atau pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, maka menjadi risiko penyedia jasa dan tidak akan dibayarkan. Karena anggaran ini berasal dari uang rakyat, sehingga pemanfaatannya harus benar – benar kembali untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Menurut Asep, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Melalui monitoring langsung ke lapangan, pemerintah daerah ingin memastikan setiap proyek pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

