Ragam

Sunflower Angel Pikat Ribuan Wisatawan di Prambanan, Simbol Cinta dan Transformasi Diri

adminsigiku.com
×

Sunflower Angel Pikat Ribuan Wisatawan di Prambanan, Simbol Cinta dan Transformasi Diri

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Red

Yogyakarta – Instalasi seni kontemporer bertajuk *Sunflower Angel* sukses mencuri perhatian ribuan wisatawan di kawasan destinasi wisata Candi Prambanan. Karya monumental yang berdiri megah dengan latar candi bersejarah tersebut menghadirkan pengalaman visual unik sekaligus memperkaya daya tarik wisata budaya di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Perancang *Sunflower Angel*, Arrofi Ramadhan, menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan interpretasi personal tentang perjalanan hidup, cinta, dan proses menemukan jati diri. Instalasi ini terinspirasi dari tiga elemen yang memiliki makna mendalam baginya, yakni bunga matahari, burung makau, dan Annisa Sekar P, pasangan hidupnya.

“*Sunflower Angel* menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran, takdir, hingga proses berdamai dengan diri sendiri dan semesta. Ini adalah simbol perubahan hidup yang lahir dari pengalaman pribadi,” ujar Arrofi di kawasan Candi Prambanan, Selasa.

Menurutnya, karya tersebut juga menjadi representasi perjalanan cinta, harapan, dan mimpi yang dibangun bersama pasangannya. Pemilihan Candi Prambanan sebagai lokasi pameran dinilai memiliki keterkaitan filosofis dengan pesan yang ingin disampaikan melalui instalasi tersebut.

Arrofi menilai terdapat kesamaan spirit antara kisah yang melatarbelakangi *Sunflower Angel* dengan legenda yang melekat pada Candi Prambanan, yakni tentang pengorbanan dan kesungguhan dalam memperjuangkan cinta.

“Baik karya ini maupun legenda Prambanan sama-sama lahir dari semangat untuk menciptakan sesuatu yang besar sebagai bentuk keseriusan kepada orang yang dicintai,” katanya.

Pameran yang berlangsung sejak 21 Mei hingga 14 Juni 2026 itu menghadirkan instalasi bunga matahari berukuran besar yang berdiri berdampingan dengan kemegahan Candi Prambanan. Kehadirannya langsung menjadi magnet baru bagi wisatawan.

Sejak dibuka untuk umum, area pameran dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun rekan. Antusiasme terlihat dari antrean panjang wisatawan yang ingin mengabadikan momen dengan latar *Sunflower Angel* dan siluet ikonik Candi Prambanan.

Arrofi mengapresiasi kesempatan yang diberikan pengelola Candi Prambanan untuk menghadirkan karyanya di salah satu situs budaya terpenting di Indonesia. Menurutnya, ruang publik seperti Prambanan memungkinkan karya seni memiliki makna yang lebih luas dan mampu menginspirasi masyarakat.

“Saya merasa karya ini memiliki nilai yang lebih besar ketika bisa dinikmati publik. Prambanan memberikan konteks yang sangat istimewa karena merupakan simbol karya agung yang bertahan melintasi zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur, mengatakan kolaborasi antara warisan budaya dan seni kontemporer menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan relevan bagi generasi masa kini.

“Candi Prambanan adalah ruang budaya yang terus hidup dan berkembang. Melalui kolaborasi seperti *Sunflower Angel*, kami ingin membuka ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda sekaligus memperkaya pengalaman wisata di kawasan cagar budaya,” kata Gistang.

Ia menilai tingginya antusiasme pengunjung membuktikan bahwa perpaduan antara warisan budaya, seni, dan kreativitas mampu menciptakan daya tarik baru sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap situs bersejarah.

Gistang juga mengajak para seniman, perupa, dan pelaku seni lainnya untuk memanfaatkan kawasan Taman Wisata Candi sebagai ruang berkarya dan berpameran.

“Kehadiran karya seni yang selaras dengan nilai budaya akan semakin memperkuat daya tarik Candi Prambanan sebagai destinasi yang artistik, inspiratif, dan menawan,” pungkasnya.