Peristiwa

BPBD Cianjur Siagakan Distribusi Air Bersih Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau

adminsigiku.com
×

BPBD Cianjur Siagakan Distribusi Air Bersih Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Red

Kabupaten Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Perumdam, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa di wilayah rawan kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan sebagian besar wilayah Cianjur masuk kategori rawan kekeringan berdasarkan data kejadian tahun-tahun sebelumnya. Mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Cianjur saat ini telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Berdasarkan data tahun 2024, sedikitnya 12 kecamatan kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau, dengan sekitar 12 ribu kepala keluarga terdampak. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cugenang, Ciranjang, Gekbrong, Campakamulya, Kadupandak, Agrabinta, Cijati, Naringgul, Cidaun, Cikalongkulon, Pagelaran, Cibinong, dan Karangtengah.

Menurut Samudra, jumlah warga terdampak paling tinggi tercatat di Kecamatan Cibinong, Cijati, Karangtengah, Cikalongkulon, dan Cugenang. Untuk mempercepat penanganan jika kekeringan terjadi, BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk menyiapkan titik-titik penampungan air bersih.

“Kami menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kekeringan. Pendistribusian akan didukung oleh truk tangki milik Perumdam dan Dinas PUTR,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Cianjur juga telah menyebarkan surat imbauan terkait potensi dampak kekeringan kepada seluruh wilayah. Selain itu, BPBD terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa dan relawan guna memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Meski dalam beberapa hari terakhir masih terjadi hujan dengan intensitas ringan di sejumlah wilayah, pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Selain menyiapkan distribusi air bersih melalui truk tangki, BPBD bersama perangkat daerah terkait juga akan mengkaji kebutuhan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang bagi wilayah yang kerap mengalami kekeringan setiap musim kemarau.