Ragam

Milangkala ke-224 Desa Buniseuri Jadi Momentum Edukasi Ketahanan Pangan, DPKP Ciamis Dorong Warga Terapkan Pola Konsumsi B2SA

adminsigiku.com
×

Milangkala ke-224 Desa Buniseuri Jadi Momentum Edukasi Ketahanan Pangan, DPKP Ciamis Dorong Warga Terapkan Pola Konsumsi B2SA

Sebarkan artikel ini

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Perayaan Milangkala ke-224 Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, tahun ini menghadirkan makna yang lebih luas dari sekadar peringatan hari jadi desa. Di balik kemeriahan acara yang digelar di Lapangan Desa Buniseuri, Jumat (26/6/2026), Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mengajak masyarakat membangun kesadaran baru tentang pentingnya ketahanan pangan melalui Gerakan Pangan Murah.

Program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengubah pola konsumsi masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat, beragam, dan berkelanjutan.

Sejak pagi, gerai pangan murah dipadati warga yang memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur dengan harga di bawah pasaran. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.

Namun, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, misi utama kegiatan tersebut jauh melampaui aspek ekonomi.

“Kami tidak hanya menyediakan bahan pangan murah, tetapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan keluarga,” ujarnya kepada Harapan Rakyat, Senin (29/6/2026).

Ape menjelaskan, kampanye B2SA bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis sumber karbohidrat. Warga didorong untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar, baik dari pekarangan rumah maupun lahan pertanian desa.

Menurutnya, diversifikasi konsumsi pangan bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

Selain edukasi gizi, DPKP Kabupaten Ciamis juga mengangkat isu “Stop Boros Pangan” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diajak memahami dampak negatif pemborosan makanan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

“Sering kali kita tidak menyadari bahwa makanan yang terbuang sia-sia merupakan kerugian besar. Karena itu, merencanakan konsumsi sesuai kebutuhan menjadi langkah sederhana namun sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pangan,” jelas Ape.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola pangan harus dimulai dari keluarga. Kesadaran untuk mengonsumsi makanan secara bijak sekaligus mengurangi limbah pangan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh.

Melalui perpaduan antara “Gerakan Pangan Murah”, edukasi gizi, dan kampanye pengurangan limbah makanan, peringatan Milangkala ke-224 Desa Buniseuri berhasil menghadirkan wajah baru sebuah perayaan tradisi. Bukan hanya menjadi ajang mengenang sejarah desa, tetapi juga ruang edukasi yang mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan.

DPKP Kabupaten Ciamis berharap pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut tidak berhenti setelah perayaan usai. Kesadaran untuk menerapkan pola konsumsi sehat, memanfaatkan pangan lokal, dan mengurangi pemborosan diharapkan menjadi budaya baru yang tumbuh di setiap rumah tangga, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.