ITB Satukan BMKG, Pertamina, dan Bank Indonesia dalam Penghargaan Prestisius, Tegaskan Kolaborasi Sains untuk Ketahanan Nasional

0
8

Pewarta : Ida

Bandung — Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi ketahanan nasional dengan menganugerahkan penghargaan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), PT Pertamina (Persero), serta Bank Indonesia dalam Sidang Terbuka Peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI).

Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan terhadap peran strategis sains, energi, dan stabilitas ekonomi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, transisi energi, hingga dinamika ekonomi global.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, yang menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama, mengatakan apresiasi dari ITB menjadi dorongan untuk terus memperkuat kedaulatan sains sebagai landasan pembangunan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada ITB. Mari kita terus memperkuat kedaulatan sains untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global dan mempererat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujar Ardhasena dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurut Ardhasena, sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, sektor energi, dan stabilitas ekonomi merupakan prasyarat utama dalam membangun ketahanan nasional di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan global.

Penghargaan kepada Ardhasena diberikan atas kepemimpinannya di World Meteorological Organization (WMO), kontribusinya dalam pengembangan ilmu klimatologi, serta dedikasinya membimbing hampir 90 mahasiswa program magister dan doktor melalui berbagai riset strategis yang mendukung penguatan kapasitas nasional di bidang iklim.

Pada sektor energi, ITB menganugerahkan Ganesa Wirya Jasa Adiutama kepada Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan transformasi industri energi Indonesia.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, turut menerima penghargaan atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas moneter dan memperkuat fondasi ekonomi makro nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain ketiga tokoh nasional tersebut, ITB juga memberikan penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama kepada sejumlah akademisi dan ilmuwan dunia, yakni Prof. Zhang Baohua (Tsinghua University), Prof. Nicholas Rawlinson (University of Cambridge), Prof. Bayu Jaya Wardhana (Rijksuniversiteit Groningen), Benny Tjahjono (Coventry University), serta Tri Mumpuni atas kontribusi mereka terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Rektorat ITB menegaskan bahwa penganugerahan ini mencerminkan komitmen institusi dalam membangun ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas ilmiah guna menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Momentum peringatan 106 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia sekaligus menjadi penegasan bahwa ITB terus menjaga relevansi keilmuan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan nasional maupun global.

Kolaborasi yang mempertemukan BMKG, Pertamina, dan Bank Indonesia diharapkan menjadi penguat sinergi nasional dalam membangun ketahanan iklim, memperkokoh ketahanan energi, menjaga stabilitas ekonomi, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.

“Di tengah perubahan global yang bergerak cepat, peringatan ke-106 ini bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol adaptabilitas ITB dalam menjaga relevansi keilmuan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan zaman,” demikian pernyataan Rektorat ITB.