Tak Sempat Tiba di Puskesmas, Dede Meninggal di Perjalanan, Jenazah Dipikul Dengan Tandu Sarung, Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

0
8

Foto : Ilustrasi

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Jalan rusak dan sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan kembali memakan korban. Seorang pemuda bernama Dede Trisno (27), meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Tegalbuleud setelah berjuang melawan penyakit paru – paru yang telah lama dideritanya.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun, harapan Dede untuk mendapatkan penanganan medis harus kandas sebelum sempat tiba di Puskesmas.

Rumah Dede yang berlokasi di Kampung Cilampahan tidak dapat dijangkau ambulans karena kondisi jalan yang sempit dan rusak, sehingga kendaraan roda empat (R4) tidak bisa melintas. Warga pun hanya memiliki satu pilihan, membawa Dede menggunakan Sepeda Motor dengan harapan nyawanya masih bisa diselamatkan.

Namun takdir berkata lain, ditengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan, Dede mengembuskan napas terakhir.

Duka keluarga belum usai. Ketika hendak membawa jenazah pulang ke rumah, ambulans kembali tidak dapat mencapai lokasi. Dalam suasana haru, warga bergotong – royong membuat tandu sederhana dari kain sarung untuk memikul jenazah melewati jalan yang tak bisa dilalui kendaraan.

Pemandangan itu menjadi potret getir kehidupan masyarakat di wilayah terpencil yang masih harus berjuang menghadapi keterbatasan infrastruktur demi memperoleh layanan kesehatan yang semestinya mudah diakses.

Salah seorang tetangga korban, Tumang Wijaya Kusuma, mengatakan kondisi tersebut sudah lama menjadi persoalan yang dihadapi warga.

“Almarhum berangkat menggunakan Sepeda Motor karena tidak ada kendaraan lain yang bisa masuk. Sebelum sampai ke Puskesmas dia meninggal dunia. Saat dipulangkan, jenazah kami tandu menggunakan kain sarung karena ambulans tidak bisa masuk ke kampung,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa bagi sebagian masyarakat di pelosok, akses menuju layanan kesehatan bukan hanya persoalan jarak, tetapi juga persoalan infrastruktur. Ketika ambulans tak mampu menjangkau rumah warga, harapan untuk mendapatkan pertolongan medis bisa terhenti di tengah jalan.