Bandara Husein Kembali Beroperasi, Wako Pekanbaru Dorong Rute Langsung Pekanbaru – Bandung Dibuka Lagi

0
12

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada 17 September 2026 disambut positif oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Ia berharap momentum tersebut diikuti dengan dibukanya kembali rute penerbangan langsung Pekanbaru – Bandung yang dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antar daerah.

Dukungan itu disampaikan Agung setelah Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kota Bandung resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kota Bandung.

Menurut Agung, pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara menjadi peluang untuk menghidupkan kembali rute penerbangan langsung dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menuju Bandara Husein Sastranegara.

“Kami menyambut baik dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong kembali penerbangan langsung Pekanbaru–Bandung maupun Bandung–Pekanbaru,” ujar Agung, Kamis (9/7/2026).

Ia mengatakan, usulan pembukaan rute tersebut akan disampaikan bersama Pemerintah Kota Bandung kepada Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan agar segera dapat direalisasikan.

Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung akan mempermudah mobilitas masyarakat, pelaku usaha, mahasiswa, wisatawan, hingga aparatur pemerintah. Selain memangkas waktu perjalanan, konektivitas tersebut diyakini mampu memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor.

“Bandung merupakan pusat pendidikan, ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata. Dengan akses yang semakin mudah, peluang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, pendidikan, UMKM, ekonomi kreatif, kesehatan, hingga pelayanan publik akan semakin besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua kota,” katanya.

Agung juga menilai dibukanya kembali jalur penerbangan langsung akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Pekanbaru. Peningkatan kunjungan wisatawan dan pelaku usaha dari Jawa Barat diperkirakan akan mendorong sektor perhotelan, kuliner, hiburan, penyelenggaraan kegiatan, hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tak hanya sektor pariwisata, konektivitas udara tersebut juga dinilai akan memperkuat rantai pasok perdagangan antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha diharapkan menjadi lebih efisien sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi kedua daerah.