Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur – Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Al Furqon dan sebuah rumah di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jumat (24/7/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga dipicu arus pendek listrik tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Koordinator Lapangan Damkar Pos WMK 2 Ciranjang, Achmad Zaeni, mengatakan pihaknya menerjunkan enam personel dan satu unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari aparat setempat.
Api pertama kali muncul dari salah satu ruangan di lantai dua bangunan ponpes sebelum merembet ke rumah guru yang berada tepat di sampingnya. Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terus membesar akibat tiupan angin kencang.
“Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan angin kencang membuat kobaran cepat menjalar ke rumah guru yang berada di sebelah bangunan ponpes,” ujar Achmad Zaeni.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Beruntung, saat kebakaran terjadi sebagian besar santri sedang mengikuti kegiatan di luar pesantren sehingga tidak ada korban. Sejumlah tenaga pengajar juga sempat mengevakuasi barang-barang dari dalam bangunan yang terbakar.
Usai pemadaman, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Damkar bersama Tim Inafis Polres Cianjur juga melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kebakaran.
Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu ruangan lantai dua ponpes. Namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Damkar Cianjur mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun bangunan lainnya, terutama pada musim kemarau. Masyarakat juga diminta menghindari pembakaran sampah serta tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran lahan maupun permukiman.

