Sayembara Tangkap Begal Picu Aksi Warga, Polisi Minta Tetap Berkoordinasi

0
8

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Rencana sayembara yang diumumkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan memberikan hadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan menyerahkannya kepada polisi mulai memicu respons di masyarakat. Sejumlah kelompok warga, termasuk komunitas otomotif, dilaporkan melakukan patroli hingga sweeping di beberapa ruas jalan di Kota Bandung.

Merespons fenomena tersebut, kepolisian mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun, aparat mengingatkan agar keterlibatan warga tetap dilakukan secara terkoordinasi dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi membahayakan.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep S mengatakan, kepolisian terus meningkatkan patroli dan menggerakkan jajaran Polsek serta Bhabinkamtibmas untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

“Kami tetap melaksanakan patroli dan mengerahkan jajaran Polsek serta Bhabinkamtibmas untuk mengajak warga melaksanakan siskamling,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Senada, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat terhadap keamanan. Meski demikian, ia menegaskan upaya menjaga ketertiban harus tetap berjalan sesuai koridor hukum dan bersinergi dengan kepolisian.

“Kami semua harus melawan kejahatan demi ketenteraman bersama. Polisi bersama masyarakat merawat dan menjaga Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, tidak semua peristiwa yang viral merupakan aksi begal sebagaimana yang diberitakan.

Ia memastikan Polrestabes Bandung terus mengintensifkan patroli, khususnya pada malam hari, untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

“Kami setiap malam menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan seluruh Polsek. Personel yang diterjunkan mencapai dua pertiga dari total kekuatan sekitar 2.600 personel secara bergantian,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak kriminal atau aktivitas mencurigakan, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan maupun mengganggu proses penegakan hukum.